Begini keindahan Hutan Wehea yang jadi daya tarik turis lokal & asing
Di dalamnya, banyak hidup tumbuhan dan tanaman khas tropis, beserta keindahan air terjunnya, yang memang jadi salah satu andalan wisata Kalimantan Timur.
Radeck Timo (57), WN Jerman, tewas saat treking ke dalam hutan lindung Wehea, di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Lantas, sebenarnya apa daya tarik hutan Wehea, bagi turis mancanegara?
Hutan lindung Wehea memiliki luas sekitar 38.000 hektare, berlokasi di kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur. Tidak jarang hutan itu, jadi daya tarik bagi turis lokal, hingga mancanegara, untuk berwisata hingga melakukan treking, menikmati suasana khas hutan tropis Kalimantan.
Di dalamnya, banyak hidup tumbuhan dan tanaman khas tropis, beserta keindahan air terjunnya, yang memang jadi salah satu andalan wisata Kalimantan Timur.
"Benar, hutan Wehea itu memang menarik perhatian banyak turis mancanegara ya," kata Kepala BPBD Kalimantan Timur Frederick Bid, dalam perbincangan bersama merdeka.com, Selasa (7/11).
"Tim BPBD Kutai Timur pernah menelusuri dan menginap di hutan itu. Di dalamnya, ada 14 trek hutan. Trek terpendek, 400 meter. Sisanya, trek berkilo-kilo sesuai dengan tujuan ke titik daya tarik Wehea," ujar Frederick.
Di dalam hutan Wehea, memiliki banyak ragam flora dan fauna. Seperti ragam hutan raksasa, air terjun, hingga ular kobra sebesar paha manusia.
"Bahkan, di dalamnya, ada hewan langka di dunia, yang ternyata ada di Indonesia, dan hanya ada di Wehea," sebut Frederick.
Dijelaskan, untuk memasuki area dalam Wehea, hendaknya menggunakan mobil dobel gardan. Di dalam Wehea pun, dijaga petugas adat dari masyarakat setempat, sehingga keasrian dan kealamian hutan terus terjaga.
"Lokasi Wehea ini memang ada di antara Kutai Timur dan Berau," terangnya.
Melihat areal hutan yang demikian luas, Frederick menyarankan, siapapun turis lokal maupun mancanegara yang hendak wisata treking, mempersiapkan fisik dengan sangat baik.
"Ya, siapapun itu yang hendak wisata di Wehea, seharusnya mempersiapkan fisik dengan sebaik mungkin ya. Agar, tidak kelelahan. Punya gangguan jantung, atau pembuluh darah sempit, harus berhati-hati," sebut Frederick.
"Jangan beranggapan hutan Wehea sama dengan hutan-hutan lainnya ya. Karena terus terang, ketika kita masuk ke Wehea dan treking akan banyak menemukan hal-hal menarik," demikian Frederick.
Bagi wisatawan yang mendarat di Bandara Sultan Aji MUhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, untuk menujuke Wehea mesti melakukan perjalanan darat yang cukup panjang dan melelahkan.
Dari Balikpapan, terlebih dulu menempuh sekitar 3 jam ke Samarinda, kemudian ke Sangatta di Kutai Timur memakan waktu 4-4,5 jam. Tiba di Sangatta, kemudian melanjutkan ke Muara Wahau, di poros jalan Kutai Timur dan Berau, hingga sampai di kawasan hutan lindung Wehea.
(mdk/rhm)