Begini cara warga Manado sambung hidup pasca banjir bandang
Sampai hari ini, tercatat ada 15.500 jiwa yang mengungsi, pasca banjir bandang beberapa waktu lalu.
Banjir bandang menerjang beberapa daerah di Manado beberapa waktu lalu. Puluhan rumah hilang dan ratusan orang mengungsi.
Pasca bencana itu, warga Manado kini hanya bisa berpasrah. Meski dalam keadaan berduka, tergambar jelas semangat perjuangan hidup di wajah-wajah mereka dan ini yang membedakan pengungsi Manado dan warga di daerah bencana lainnya.
"Titik-titik pengungsian di sini berbeda dengan yang berada di Sinabung atau Jakarta. Kalau di sini lebih kepada perseorangan," cerita Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara, Noldy Liow, kepada merdeka.com, di lokasi pengungsian, Rabu (22/1).
Topik pilihan: Banjir Jakarta | Banjir Pantura
Sampai hari ini, tercatat ada 15.500 jiwa yang mengungsi. Selain di tenda, mereka memilih mengungsi rumah ibadah seperti gereja.
Hal unik dari pengungsi Manado adalah soal makanan. Mereka tak sungkan mengambil makanan yang disediakan di dapur umum dan tak perlu diantarkan satu per satu.
"Yang kami anggap sebagai pengungsi adalah mereka yang datang ke dapur umur untuk mengambil makan. Kita hanya sediakan posko dan dapur umum, lalu warga datang dengan sendirinya," terangnya.
Baca juga:
Menteri PU: Banjir bandang Manado karena vila-vila bagus
Cerita nenek 78 tahun selamatkan cucu dari banjir bandang Manado
3.500 Polisi dikirim ke daerah bencana di Indonesia
BPBD Sulawesi Utara adakan bersih-bersih kota
Banjir bandang Manado, 19 orang tewas dan 10.844 rumah rusak