LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Begini cara Pemkab Purwakarta merawat taman

Taman Sri Baduga menjadi tempat favorit wisatawan, karena memiliki air mancur terbesar di Asia Tenggara.

2017-10-28 16:18:34
Advertorial Pemkab Purwakarta
Advertisement

Purwakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang terkenal dengan tamannya. Taman-taman di Kota Purwakarta selalu dikunjungi warga setempat, wisatawan lokal hingga turis mancanegara.

Namun untuk menjaga keindahan dan kebersihan taman bukan upaya yang mudah. Hal tersebut masih banyak warga yang belum bisa tertib melestarikan taman tersebut.

Pemkab Purwakarta melakukan cara unik untuk menjaga taman dari ulah tangan jahil atau kerusakan yang tidak disengaja, yaitu dengan memagari taman dengan teralis besi. Ada tiga taman yang dipagari untuk menjaga kelestariannya, yakni Taman Sri Baduga atau Situ Buleud, Taman Surawisesa, dan Taman Pesanggarahan Padjadjaran atau Alun-alun Purwakarta.

Beberapa taman lain seperti Taman Pancawarna, Taman Maya Datar, Taman Pembaharuan, dan Taman Citra Resmi tidak dipagari. Selain memberi pagar, Pemkab Purwakarta juga membatasi waktu berkunjung beberapa taman, sehingga keindahan dan kebersihannya tetap terjaga.

Taman Sri Baduga Purwakarta ©2017 Merdeka.com/Bram Salam


Taman Pesanggrahan Padjadjaran atau Alun-alun Purwakarta hanya dapat dikunjungi setiap akhir pekan, pada 08.00-17.00 WIB, sedangkan Taman Pancawarna dan Taman Maya Datar, meski bisa dikunjungi setiap hari, namun hanya dibuka pukul 15.00-18.00 WIB.

Selain itu, Taman Sri Baduga menjadi tempat favorit wisatawan, karena memiliki air mancur terbesar di Asia Tenggara. Taman tersebut hanya buka setiap malam Minggu, pukul 19.30-22.00 WIB.

"Tanaman yang tidak dilindungi pagar, banyak yang tidak tumbuh. Lihat saja kalau tidak dilindungi, terinjak dan malah tidak tumbuh. Andai saja mereka tertib, kami akan buka seluas-luasnya," kata Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

Di sisi lain, Pemkab Purwakarta melalui Dinas Tata Ruang dan Pemukiman hampir menyelesaikan program pembangunan taman hingga 100 persen. Pemkab percaya fasilitas yang dibuka untuk umum ini dapat meningkatkan kebahagiaan masyarakat.

Advertisement
(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.