LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Begini cara Pemkab Banyuwangi dekatkan anak muda dengan sastra

"Di tengah budaya digital. Anak-anak semakin jarang membaca buku. Melalui festival ini, saya berharap bisa mendorong sekolah-sekolah, supaya dekat dengan buku kembali," jelasnya.

2017-07-03 06:47:00
Bupati Banyuwangi
Advertisement

Ada banyak cara untuk meningkatkan kesadaran anak muda akan sastra. Salah satunya dengan Festival Sastra yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, dengan menghadirkan lomba baca puisi, lomba bercerita, lomba penulisan cerita pendek (cerpen) hingga bedah buku.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, selain untuk mendekatkan anak muda dengan sastra, aca semacam ini bisa membentuk karakter yang baik.

"Dengan model festival yang mengandung unsur kegembiraan, anak-anak muda tak lagi menganggap sastra sebagai sesuatu yang jauh dari jangkauannya, aneh, atau bahkan absurd. Festival mendekatkan sastra kepada anak muda," ungkapnya.

Kemudian, secara umum, Anas menyampaikan Festival Sastra merupakan upaya untuk membangun daerah. Tidak hanya membangun fisik seperti bandara dan jalan, namun juga perlu membangun jiwa masyarakatnya.

"Begitu penting, ingin membangun daerah dengan hati yang halus. Bandara, jalan, bisa dikerjakan. Tapi jiwa juga perlu diperhatikan. Jiwa seni dan kebudayaan melalui Festival Sastra," kata Anas.

Anas berharap, lewat Festival Sastra bisa membangun kebudayaan baru di tengah pengaruh kemajuan teknologi.

"Di tengah budaya digital. Anak-anak semakin jarang membaca buku. Melalui festival ini, saya berharap bisa mendorong sekolah-sekolah, supaya dekat dengan buku kembali," jelasnya.

Senada dengan Anas, penyair nasional Zawawi Imron Hasan Aspahani mengungkapkan, lewat Festival Sastra ini generasi muda di Banyuwangi bisa memiliki panggung untuk menunjukkan karyanya. Melalui sastra, dia yakin masyarakat Banyuwangi akan lebih menguatkan mentalitas dan jiwa kreatif anak-anak.

"Saya lihat ini terobosan baru dari pemerintah daerah, anak-anak SMP sampai SMA disuruh menulis puisi. Karena sastra itu bukan hanya soal bahasa baik dan benar, tapi sastra itu juga bahasa yang indah, dan akan menenteramkan," ujar Zawawi.

(mdk/ibs)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.