Begini Cara Kementan dan DPR Tingkatkan Kualitas Produksi Pertanian di Tasikmalaya
Tasikmalaya memiliki 350 desa yang identik dengan pertanian, sebesar 33.7 persen adalah sektor pertanian.
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui unit pelaksana teknis yaitu Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan komisi IV DPR menggelar bimbingan teknis (Bimtek) kepada para petani di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas petani dan penyuluh pertanian.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan penyuluh merupakan garda terdepan mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan.
"Kalian (penyuluh pertanian) adalah otaknya petani. Pemegang manajemen pertanian di lapangan. Kalian yang menunjukkan mulai dari hulu ke hilir, mulai dari tanam sampai petik hingga jual," kata Syahrul Yasin Limpo. Dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (30/5).
Pendapat senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, bahwa saat ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.
"Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian ke depan menjadi pertanian modern," tuturnya.
Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, lanjut Dedi Nursamsi, hasil pertanian juga berorientasi ekspor.
Kegiatan Bimtek berlangsung di Gedung Serbaguna PKBM Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya. Dihadiri anggota Komisi IV DPR Haerudin; Dosen Senior Polbangtan Bogor, Momon Rusmono yang mewakili Direktur Polbangtan Bogor, Syaifuddin Anwar; Tatang Wahyudin mewakili Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya; Kepala Desa Cimanuk, Cecep Abdullah; serta praktisi pertanian Fahmi Aliansyah dan Dadan Ridwan.
Fahmi Aliansyah menyampaikan materi tentang panca usaha tani yang mencakup pemilihan bibit unggul; pengolahan lahan; irigasi; pemupukan; dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) sementara Dadan Ridwan memaparkan materi tentang Pasca Panen dan Pemasaran Melon.
Haerudin mengatakan Indonesia telah diberi anugrah oleh Tuhan berupa sumber daya alam yang melimpah sebagai bahan pangan.
"Pangan adalah hidup matinya sebuah bangsa. Kita tidak boleh malas, tapi harus bersungguh sungguh berjuang. Semangat menuntut ilmu agar pertanian kita berhasil sehingga kita mampu mencapai kedaulatan pangan," tuturnya.
Sementara itu, Momon Rusmono dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kementan melalui BPPSDMP selalu memprioritaskan anggaran peningkatan kapasitas petani dan penyuluh salah satunya melalui kegiatan Bimtek.
"Hal itu sejalan dengan upaya Komisi IV DPR yang selalu konsisten memperjuangkan pertanian, penyuluhan dan perdesaan," jelas Momon Rusmono.
Diakuinya, program bimtek peningkatan kapasitas petani dan penyuluh sangat strategis karena Tasikmalaya memiliki 350 desa yang identik dengan pertanian, sebesar 33.7 persen adalah sektor pertanian.
"Ketersediaan pangan harus berkelanjutan dan menjadi hal yang krusial. Petani dan penyuluh memerlukan pemahaman yang sama mengenai sektor pertanian," tutup Momon.
(mdk/cob)