Begal tak tahu harga, sepeda seharga Rp 40 juta dijual cuma Rp 1 juta
Komplotan begal yang dikenal dengan nama kelompok Burung Hantu yakni TAF, dan M Wahyu Ramadhan menjual barang curian dengan harga miring. Barang curian bernilai puluhan juta dijual ke penadah dengan harga sangat murah. Barang itu adalah sepeda bermerek Cervelo.
Komplotan begal yang dikenal dengan nama kelompok Burung Hantu yakni TAF, dan M Wahyu Ramadhan menjual barang curian dengan harga miring. Barang curian bernilai puluhan juta dijual ke penadah dengan harga sangat murah. Barang itu adalah sepeda bermerek Cervelo.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar menjelaskan, Bugie pemilik sepeda dibegal Komplotan Burung Hantu di Jalan Gedung Hijau Raya, tepatnya di Bundaran Pondok Indah depan Pos Lalu Lintas, Kelurahan Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sejumlah barang-barang bawaannya dirampas. Termasuk sepeda yang saat itu dikendarai.
Tak butuh waktu lama, komplotan Burung Hantu ini berhasil diringkus Polres Metro Jakarta Selatan. Sisa satu anggota yang masih dalam pengejaran, berisial PR.
"Kami tangkap anggota dari Komplotan Burung Hantu di beberapa lokasi yang berbeda-beda," ujar dia.
Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif seluruh pelaku. Polisi juga memburu penadah barang-barang curian komplotan ini.
"Saat ini kita sedang dalami karena sepeda itu sempat dibeli seseorang dengan harga Rp 1 juta," ujar dia.
"Awalnya pelaku mau jual Rp 2 juta kemudian ditawar Rp 1 juta oleh penadah. Padahal sepeda itu lumayan mahal," ucap dia.
Ketika dikonfirmasi, M Wahyu Ramadhan mengaku tidak mengetahui harga sepeda yang dicurinya. "Tidak tahu kalau harga sepeda sekira Rp 40 jutaan," singkat dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Jelang Asian Games 2018, Kapolda Sumsel ancam copot kapolres gagal basmi begal
Polisi olah TKP pembegalan perempuan di Tangerang
Polisi amankan senjata api milik terduga pelaku begal perempuan di Tangerang
Hasil autopsi, korban begal di Tangerang tewas akibat peluru menembus paru-paru
Polisi sebut staf KSP bukan dibegal, tapi buat laporan kehilangan barang
Stafnya dibegal, Moeldoko pastikan tak ada dokumen rahasia negara yang hilang