LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bebaskan ABK TB Charles, perusahaan belum pasti memberi uang tebusan

Perusahaan beralasan harus membicarakan semua kemungkinan dengan tim pusat.

2016-07-29 18:34:56
WNI disandera Abu Sayyaf
Advertisement

Salah satu kelompok militan bersenjata Abu Sayyaf, Al Habsy Misaya, meminta tebusan 250 juta peso terhadap empat sandera ABK TB Charles. Perusahaan tempat para korban bekerja, PT Rusianto Bersaudara, masih mempertimbangkan permintaan itu.

"Ya, kita mendengar tentang itu (permintaan tebusan 250 juta peso), dan langsung kita teruskan ke pusat, sedang dikaji tim dari pusat," kata juru bicara PT Rusianto Bersaudara Taufik Rahman kepada wartawan di kantornya, Jalan Mulawarman, Samarinda, Jumat (29/7) sore.

Tim pusat yang dimaksud Taufik, adalah tim Crisis Center, yang terdiri dari unsur perusahaan, Kementerian Luar Negeri, BAIS dan unsur terkait lain.

Ditanya wartawan, terkait kesiapan perusahaan menebus 250 juta peso, sesuai permintaan penyandera, Taufik enggan berandai-andai.

"Seperti yang saya bilang bahwa nominal besar kecilnya, dipertimbangkan dengan pendekatan lainnya. Pemerintah juga tentu mesti mempertimbangkan faktor lainnya," ujar Taufik.

"Saya tidak berani bilang siap dengan nominal itu (250 juta peso) atau tidak siap. Itu harus dikombinasikan dengan pendekatan lainnya. Banyak aspek, ada dari intelijen, juga ada dari Kementerian Luar Negeri," tambahnya.

Lantas bagaimana hasil dari pendekatan-pendekatan yang dimaksud? Taufik menjawabnya secara diplomatis.

"Pada dasarnya, setiap perkembangan (upaya pembebasan), hampir keputusan final. Cuma, perkembangannya selalu dinamis. Informasi terbaru, kemudian berdampak pada skenario ini dan itu. Itu yang terjadi di tim Jakarta saat ini," ungkap Taufik.

Taufik tidak menampik, keluarga korban sandera, berencana untuk ke Jakarta, langsung menemui pemerintah, baik itu ke Crisis Center, Komnas HAM maupun hingga rencana menemui presiden Joko Widodo.

"Kalau memang keluarga mendesak (ke Jakarta), itu dipertimbangkan. Ya, itu lagi dikoordinasikan untuk langsung datang ke Jakarta," demikian Taufik.(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.