LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BBPOM Makassar sita 29.000 butir PCC yang akan dikirim ke Papua & Sulawesi

Kepala BPOM Makassar, Muhammad Guntur menuturkan, 29.000 butir pil PCC itu dikemas dalam 29 kemasan. Masing-masing kemasan plastik berisi 1.000 butir. Dari keterangan pemilik toko farmasi, puluhan ribu pil PCC itu rencananya akan dikirim ke daerah Papua, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

2017-09-16 04:02:00
Pil PCC
Advertisement

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar menemukan 29.000 butir tablet Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) putih di kantor salah satu pedagang besar farmasi, Jumat (15/9) siang. Temuan itu langsung dibawa ke kantpr BPOM Makassar.

Kepala BPOM Makassar, Muhammad Guntur menuturkan, 29.000 butir pil PCC itu dikemas dalam 29 kemasan. Masing-masing kemasan plastik berisi 1.000 butir.

Guntur mengatakan, produk PCC ini sudah lama izinnya dicabut. Terhitung sejak 2013. Dengan demikian, jika masih beredar berarti ilegal.

Advertisement

Dari keterangan pemilik toko farmasi, puluhan ribu pil PCC itu rencananya akan dikirim ke daerah Papua, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Pil itu juga akan diedarkan di Makassar. Beruntung BPOM berhasil menggagalkannya.

Temuan pil PCC ini berawal dari laporan masyarakat. BPOM langsung melakukan penyelidikan dan telah dilakukan public warning. Apalagi setelah kasus pil PCC di Kendari yang menewaskan tiga orang remaja.

"Kita langsung ke lokasi melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jadi bukan penggerebekan karena kantornya itu kantor resmi makanya pemeriksaannya juga pemeriksaan biasa. Setelah dipastikan di situ ada pelanggaran, barulah ditindaki," ucapnya.

Advertisement

Dari pengakuan pemilik toko obar dia sudah 10 kali melakukan pengambil pil PCC dari Pasar Pramuka, Jakarta. Tapi pihaknya tidak percaya begitu saja. BPOM masih mendalami temuan ini.

"Besok kita akan lakukan pemeriksaan di apotek-apotek,” singkatnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.