LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BBM Pertalite Dijual Rp50.000/Liter, Polisi Janji Tindak Pengecer Nakal

Polisi tidak segan menindak pengecer jika mendapati warga menjual dengan harga lebih dari Rp18.000/liter.

2021-12-05 23:31:00
PERTALITE
Advertisement

Personel Kepolisian Resor Jayawijaya, Provinsi Papua, menyelidiki kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pengecer yang mencapai Rp50.000 per liter. Kondisi ini sudah berlangsung lebih dari satu pekan.

Kepala Polres Jayawijaya, AKBP Muh Safei mengatakan, polisi tidak segan menindak pengecer jika mendapati warga menjual dengan harga lebih dari Rp18.000/liter.

"Saat ini anggota reserse sedang melakukan penyelidikan, bagi yang menaikan harga dari enceran yang sebenarnya yang Rp18.000/liter ada yang menjual sampai Rp50.000/liter, yakin dan percaya dia ditutup," katanyasaat di Wamena, Minggu (5/12). Dilansir Antara.

Advertisement

Rata-rata pengecer BBM yang menjual Pertalite dengan harga Rp20.000, Rp25.000, Rp35.000, hingga Rp50.000 per liter ini tidak memiliki izin.

"Yang eceran tidak punya izin, dari segi kemanusiaan bolehlah dia melakukan penjualan enceran sepanjang tidak merugikan orang banyak. Artinya dia mencari hidup, kemudian harganya tidak terlalu jauh dari standar yang ada di APMS," katanya.

Sebelumnya Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, mengakui BBM di tingkat pengecer masih ada namun disembunyikan karena pemilik tidak mau mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp15.000 per liter untuk Pertalite.

Advertisement

"Semua pengecer BBM subsidi ini menyimpan BBM mereka untuk bisa menaikkan harga BBM di Wamena karena tidak mau mengikuti aturan pemerintah," katanya

Warga Jayawijaya, Deni Alvin Tonjauw, mengakui mendapati Pertalite dijual dengan harga Rp50.000 per liter. "Saya beli di depan Pasar Potikelek itu dua liter Rp100.000," katanya.

Berdasarkan pantauan ANTARA, pengecer pertalite di pusat kota tiba-tiba sepi tidak terlihat setelah mendengar pemerintah mengharuskan mereka menjual dengan harga Rp15.000 per liter.

Sebelum ada kebijakan pemerintah tentang harga pengecer ini, jumlah pengecer mencapai 2.000 lebih dan sangat mudah ditemui di sepanjang jalan di pusat ibu kota kabupaten.

Hingga Minggu, (5/12) warga Jayawijaya masih kesulitan mendapatkan Pertalite sebab pengecer masih menyembunyikan jualan mereka.

Baca juga:
Presiden Jokowi Sidak dan Cek Stok Terminal BBM di Bali
Detail Harga BBM Dijual Pertamina dan Shell, Cek Mana yang Lebih Murah
Antrean BBM Mengular di Sejumlah SPBU Kota Jayapura
CEK FAKTA: Hoaks Antrean di SPBU Kota Sorong karena Pasokan BBM Menipis
Buntut Aksi Mogok Sopir, Dishub Kota Kupang Naikkan Tarif Angkot
Pasokan Langka, Harga Pertalite di Kota Sorong Tembus Rp50.000 per Liter

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.