Bayi kembar siam asal Aceh meninggal dunia
Meski memiliki dua jantung, namun jantung salah satu bayi mengalami kebocoran.
Bayi kembar siam asal Langsa, Aceh, tak mampu bertahan hidup. Keduanya meninggal dunia dalam usia lima hari.
"Bayi yang pertama kali meninggal adalah bayi dua yang memiliki dua kaki dan mengalami kelainan pada jantungnya, Minggu (3/6) malam sekitar pukul 23.25 WIB. Setelah itu, menyusul bayi 1 yang memiliki satu kaki, meninggal sekitar pukul 24.00 WIB," ucap Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Medan, Sairi M Saragih kepada wartawan, Senin (4/6).
Jenazah kedua bayi yang belum sempat diberi nama ini sudah dibawa pulang keluarganya. "Tadi sudah dibawa pulang ke rumah duka di Langsa sekitar pukul 08.00 WIB," tandas Sairi.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik dr Lukmanul Hakim mengatakan, meski memiliki dua jantung, namun jantung salah satu bayi mengalami kebocoran.
“Ada kemungkinan (meninggal) karena gagal jantung. Namun, kami sudah berupaya merawat pasien dengan maksimal,” katanya.
Pria yang ditunjuk sebagai penanggungjawab tim medis kedua bayi itu menerangkan, ada tanda-tanda kelainan jantung pada tubuh bayi kembar siam ini. Terdapat ujung-ujung bagian tubuh, seperti ujung jari-jari, bibir, dan kuku, yang membiru.
Seperti diberitakan, kembar siam dempet pada bagian dada dan perut ini dilahirkan Faridah (35), warga Gampoeng Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur melalui operasi cesar di RSUD Langsa, Selasa (29/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka dirawat di RSUP H Adam Malik sejak Selasa (29/5) sore, sekitar pukul 17.05 WIB.(mdk/ren)