Bayi dibuang di toilet, dokter RSI Kustati Solo diperiksa polisi
5 Perawat serta pegawai cleaning service dan satpam juga diperiksa penyidik Polresta Solo.
Kasus pembuangan bayi di toilet ruang IGD Rumah Sakit Islam (RSI) Kustati Solo terus bergulir. Setelah memeriksa pelaku dan melacak keberadaan kekasih pelaku, hari ini, Senin (12/1) polisi memeriksa 8 karyawan rumah sakit. Dari 8 karyawan tersebut, di antaranya dokter dan perawat yang sempat memeriksa pelaku pembuangan.
Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Guntur Saputro membenarkan pihaknya telah memeriksa seorang dokter dan 5 perawat serta pegawai cleaning service dan satpam dari RSI Kustati.
"Ada 8 karyawan yang kami periksa di ruang Pelayanan Khusus Mapolresta. Mereka, menjalani pemeriksaan dari unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Solo," ujarnya.
Pemeriksaan 8 karyawan tersebut, kata Guntur untuk mengetahui adanya keteledoran yang dilakukan pihak rumah sakit. Jika ditemukan adanya unsur keteledoran pihaknya akan memberikan sanksi tegas.
"Kalau ada keteledoran pasti akan kami kenakan sanksi pidana," katanya.
Humas RSI Kustati, Nurfitri K mengatakan, pihaknya bersikap terbuka dan kooperatif dengan aparat Polresta Solo. Sikap tersebut ditunjukkan sejak awal tim medis menemukan mayat bayi laki-laki di monoblock toilet IGD.
Baca juga:
Bayi perempuan baru lahir ditemukan menangis di bawah kursi
Orok dibuang di toilet, 8 karyawan RS Kustati akan diperiksa
Polres Solo masih telusuri jejak kekasih pembuang bayi di toilet
Teganya ibu buang bayi di toilet rumah sakit
Pulih, pembuang bayi di toilet kembali diperiksa polisi
Dalih masalah ekonomi, ibu muda tega hanyutkan bayinya di sungai