Bawaslu Karawang Temukan 337 Amplop Berisi Tabloid Indonesia Barokah
Dalam dua hari, Kantor Pos mendapatkan sekitar 337 amplop yang dikirim ke berbagi alamat masjid dan pesantren.
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karawang menginvestarisir tabloid Indonesia Barokah yang dikirim lewat Kantor Pos ke sejumlah alamat. Koordinator Divisi Pengawasan, Pencegahan, Humas dan PHL Bawaslu Karawang Charles Silalahi mengatakan, pihaknya bersama polisi telah berkoordinasi dengan Kantor Pos untuk menunda pendistribusian amplop berisi tabloid Indonesia Barokah yang belum terkirim.
Dalam dua hari, Kantor Pos mendapatkan sekitar 337 amplop yang dikirim ke berbagi alamat masjid dan pesantren.
"Dari data ada sekitar 337 amplop berisi tabloid Indonesia Barokah tersebut sudah dikemas dalam amplop tertutup dan tertera alamat pengiriman. Bawaslu telah meminta menunda pendistribusiannya "kata Charles, Jumat (25/1).
Bawaslu melakukan pengecekan dan pendataan dan meminta jajaran Paswascam untuk melakukan pengecekan di wilayahnya masing-masing.
"Hanya saja amplop yang berisi Tabloid Indonesia Barokah ini belum diantar ke alamat tujuan karena permintaan dari Bawaslu dan pihak Kepolisian untuk ditunda agar pengiriman ditunda terlebih dahulu," lanjutnya.
Berdasarkan pengecekan dan pendataan tersebut, Tabloid Indonesia Barokah rencananya akan dikirim ke masjid yang tersebar di 16 kecamatan.
"Sejauh ini yang dilakukan baru sebatas melakukan pendataan dan belum melakukan penyitaan. Karena temuan tersebut masih koordinasi dengan Bawaslu Jabar dan menunggu hasil rapat gugus tugas," jelasnya.
Baca juga:
Menag Serukan Jaga Kesucian Masjid dari Tabloid Indonesia Barokah & Aktivitas Politik
Yenny Wahid Tak Masalah Tabloid Indonesia Barokah Jika Tak Langgar Asas Jurnalisme
Fahri Nilai Ada Upaya Gemboskan Jokowi Lewat Tabloid Indonesia Barokah
396 Eksemplar Tabloid Indonesia Barokah Dikirim ke Masjid dan Ponpes di Kota Batu
Soal Tabloid Indonesia Barokah, Pengamat Intelijen Sebut Bisa Saja dari Pihak Ketiga