Bawa uang receh buat beli CBR, Setiadi 8 kali ditolak diler
Bawa uang receh buat beli CBR, Setiadi 8 kali ditolak diler. Namun, dia menolak. Buatnya, jika memang ada yang mau menerima tentu akan mendatangkan kesan tersendiri. Dia merasa senang dengan apa yang dilakukan meski bentuk tabungan hanya uang koin. Dia belajar menghargai sesuatu yang kecil dari ayahnya.
Sedikit lagi, mimpi Setiadi (46) membawa pulang sepeda motor Honda CBR berkapasitas 150 CC, akan menjadi kenyataan. Saat ini, dealer motor yang dia datangi sambil membawa kaleng cat 25 kg dan boks berisi recehan Rp 1.000 sedang proses akhir penghitungan.
Setiadi mengaku, sebelum mendatangi diler yang terletak di kawasan Sawangan, Depok, sudah beberapa kali ditolak karena membayar dengan recehan.
"Ada 8 diler yang nolak saya karena pembayaram pakai uang koin, minta ditukar ke bank dulu," kata Setiadi saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (27/9).
Namun, dia menolak. Buatnya, jika memang ada yang mau menerima tentu akan mendatangkan kesan tersendiri.
"Tapi buat saya enggak berkesan, enggak bisa nunjukin ke anak kalau buat dapat sesuatu itu harus ada usahanya, karena ini enggak biasa, kalau begini kan menikmati sekali, terasa pejungannya," ucapnya sambil tertawa.
Dia merasa senang dengan apa yang dilakukan meski bentuk tabungan hanya uang koin. Dia belajar menghargai sesuatu yang kecil dari ayahnya.
"Ini inspirasi dari orangtua juga, dulukan orang tua saya rumahnya dekat kali. Setiap ke kali pasti ambil satu dua batu, pasti pas pulang dibawa satu dan terkumpul banyak jadi pondasi rumah. Saya juga begitu di rumah, pasang keramik sendiri, pasang satu per satu, pulang kerja iseng satu dipasang, sebisanya saja selesai juga. Lebih maksimal dan puas hasilnya," pungkasnya.
Baca juga:
Cerita pemilik receh satu dus di Depok buang ATM biar bisa menabung
Cerita Setiadi kumpulkan koin Rp 1.000 hingga puluhan juta demi CBR
Warga Depok beli motor CBR dengan uang koin satu ember dan 2 dus