LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Basri dan Ali Kalora sudah lama masuk DPO Mabes Polri

Mabes Polri: Masih ada 19 orang lagi yang tengah diburu Satgas Tinombala.

2016-07-20 13:19:37
Teroris Santoso tewas
Advertisement

Tim Satgas Operasi Tinombala yang merupakan gabungan Polri dan TNI berhasil melumpuhkan pentolan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Abu Wardah alias Santoso dalam baku tembak di hutan tambarana Poso pesisir, Sulawesi Tengah, Senin (18/7).

Meski Santoso tewas, misi Satgas Tinombala belum rampung. Satgas Tinombala masih memburu 19 anggota yang tersisa.

"Masih 19 orang kurang lebih dari hasil Daftar Pencarian Orang (DPO) dari tim satgas, dan saat ini masih bekerja terus," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Gedung Divisi Humas Polri, Selasa (20/7).

Advertisement

Dari 19 orang tersebut, termasuk DPO yang merupakan eksekutor aksi teror di Sulawesi Tengah tahun lalu, Basri dan Ali Kalora yang memimpin kelompok pecahan Santoso. "Ada nama Basri dan ada nama Ali Kalora masuk dalam DPO kami juga," kata Boy.

Satgas Tinombala mempersempit ruang gerak DPO tersebut. "Mereka terbagi beberapa sektor melakukan operasi ada empat sektor terus bekerja keras masih ditelusuri tim satgas," ucapnya.

Masa tugas Satgas Tinombala selesai pada 6 Agustus 2016. Setelah masa tugas berakhir, akan ada evaluasi dan diputuskan proses selanjutnya. Namun, kata Boy, pihaknya berfokus akan pada penuntasan pengejaran dan juga penuntasan jaringan Santoso.

Advertisement

"Tapi yang jelas tekad dari Polri bagaimana sebaiknya bisa tuntas," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Satgas Tinombala tetap berupaya mengejar sisa-sisa gerombolan Santoso.

"Sisa-sisa gerombolan harus tetap dikejar," kata Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi Sapto Prabowo dalam pesan singkat yang diterima merdeka.com, Selasa (19/7) malam.

Presiden mengingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi dan ancaman terorisme. TNI dan Polri diminta terus meningkatkan keamanan.

"Jangan sekali kali kendur dan melemah sebaliknya kewaspadaan perlu ditingkatkan dan diperluas untuk menjaga bangsa dan negara dari aksi dan ancaman terorisme," tuntasnya.

Baca juga:
Kejar teroris, polisi dan TNI wajib punya kemampuan perang gerilya
Mabes Polri buru Basri yang diduga bakal gantikan posisi Santoso
Perburuan istri Santoso dan Basri masih belum membuahkan hasil
Santoso tewas tertembak, Kapolri Tito akan bertolak ke Poso
Santoso tewas, Menko Polhukam yakin jaringannya sudah tak kuat lagi
Santoso tewas, Luhut bilang di Jawa dan NTB masih ada terorisme
Tugas berat Kepala BNPT yang baru hadapi loyalis Santoso
Sisa-sisa kekuatan teroris Poso usai Santoso tewas

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.