Basarnas Babel Uji Kesiapan 27 CPNS Penyelamatan di Laut, Perkuat Respons Bencana
Basarnas Kepulauan Bangka Belitung menguji **kesiapan CPNS Basarnas Babel** melalui simulasi penyelamatan di laut, menegaskan komitmen mereka dalam respons cepat penanggulangan bencana.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang, Basarnas Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini menggelar uji kesiapan. Sebanyak 27 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjalani simulasi penyelamatan di laut.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai pengujian akhir setelah para CPNS menyelesaikan latihan dasar mereka. Lokasi simulasi difokuskan di kawasan Pantai Pasirpadi, Pangkalpinang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, menjelaskan pentingnya simulasi ini. Hal ini mengingat 60 persen operasi pelayanan Basarnas di Babel berkaitan dengan kecelakaan kapal.
Sinergi Kuat dalam Penanggulangan Bencana
Simulasi **kesiapan CPNS Basarnas Babel** ini tidak hanya melibatkan internal Basarnas. Kegiatan dilaksanakan bersama Polda Babel, menunjukkan sinergi kuat antarlembaga. Kolaborasi ini penting untuk respons cepat penanggulangan bencana.
Salah satu bentuk nyata dukungan adalah peminjaman helikopter dari Polda Kepulauan Bangka Belitung. Helikopter tersebut digunakan untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian simulasi. Ini menegaskan semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
I Made Oka Astawa menekankan bahwa "Semua kita keluarga yang saling mendukung untuk memberikan pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan semangat kebersamaan dalam respons cepat penanggulangan bencana dan musibah." Pernyataan ini menggambarkan filosofi kerja sama yang erat.
Pembekalan Profesionalisme dan Alat Modern
Bekal profesionalisme dan penggunaan alat utama modern menjadi fokus utama dalam simulasi ini. Para CPNS mendapatkan gambaran jelas mengenai teknik penyelamatan di laut. Mereka diajarkan menggunakan berbagai alat canggih seperti kapal, pesawat, dan helikopter.
Pelatihan ini didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Termasuk landasan di Balai Diklat, instruktur lengkap, serta penjamin mutu dari LAN. Keberadaan kapal berukuran 40 meter juga memastikan pelatihan berjalan optimal.
Setelah berhasil menyelesaikan latihan dasar SAR, para CPNS akan terus dibekali keahlian spesifik. Keahlian ini mencakup jungle rescue, water rescue, dan penyelaman. Tujuannya adalah meningkatkan keterampilan operasional mereka di lapangan secara berkelanjutan.
Komitmen Menjadi Penyelamat Profesional
I Made Oka Astawa menyampaikan selamat kepada 27 orang yang telah lulus latihan dasar SAR. Beliau berharap mereka dapat terus memberikan yang terbaik. Ini sesuai arahan Kepala Basarnas untuk menjadi profesional dan berintegritas.
Para CPNS diharapkan memiliki kemampuan yang mumpuni. Mereka juga harus menguasai penggunaan alat utama yang modern dan teruji. Hal ini krusial mengingat tantangan operasi penyelamatan di perairan Bangka Belitung.
Komitmen ini penting untuk memastikan bahwa Basarnas Babel selalu siap siaga. Kesiapan ini untuk menghadapi berbagai potensi musibah dan bencana. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat terus terjamin kualitasnya.
Sumber: AntaraNews