Baru kerja 2 minggu, PRT bawa kabur harta majikan Rp 100 juta
Pelaku langsung beraksi ketika sang majikan tidak ada di rumah.
Usai buron selama satu bulan, Jumiah (47) warga Karangrayung, Grobogan, Jawa Tengah berprofesi sebagai PRT (pembantu rumah tangga) ditangkap Tim Reskrim Polrestabes Semarang lantaran mencuri perhiasan milik majikannya dengan total nilai Rp 100 juta.
Tersangka Jumiah diringkus oleh anggota Reskrim Polrestabes Semarang yang dipimpin Kanit Idik I/Resum AKP Pantja, pada Kamis (9/6). Tersangka dibekuk saat berada di salah satu rumah saudaranya yang berada di daerah perbatasan Kabupaten Demak dan Grobogan.
Selain berhasil mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa satu unit laptop, dua unit sepeda motor Vario Putih K 4144 NJ dan Verza K 3710 SZ. Kemudian sepasang cincin dan dua buah tas yang digunakan tersangka dalam menyimpan barang.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin mengungkapkan modus tersangka yakni memanfaatkan kelengahan majikannya. Untuk menyakinkan majikan, tersangka sebelumnya ikut sebuah yayasan penyalur PRT di Kota Semarang.
"Pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini berkali-kali berpindah-pindah yayasan penyalur rumah tangga. Sudah tiga kali, terakhir di sebuah yayasan yang berada di daerah Plampitan Semarang. Sebelumnya ikut sebuah yayasan penyalur PRT di Karangayu dan Indrapasta. Ini dia lakukan supaya legalitasnya dan profesinya sebagai pembantu (PRT) dipercaya," ungkap Burhanudin Jumat (10/6) saat di Mapolrestabes Semarang di Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang.
Sementara, korban Mizar Yuniar (35) warga Jalan Ngesrep Barat V Nomor 49 Srondol, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang mengaku perhiasan yang dicuri di antaranya jenis gelang, cincin, anting, berlian dan logam mulia serta sebuah laptop dengan jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp 100 Juta.
Mizar menyatakan pada awal mula kejadian pada hari Rabu (4/5) lalu. Saat itu dirinya sedang menjemput anaknya ke sekolah.
"Saat itu hanya ada pembantu saya Jumiah yang baru sekitar dua minggu bekerja itu. Saat saya sampai di rumah, ternyata perhiasan-perhiasan saya di almari sudah tidak ada," tuturnya.
Usai diamankan, Jumiah mengaku jika dirinya mengambil perhiasan usai mengetahui bahwa ada banyak perhiasan di almari kamar tidur majikannya saat bersih-bersih. Saat kondisi rumah sepi itulah, Jumiah kemudian mengambil seluruh perhiasan majikanya tersebut.
"Saya ambil dari dalam almari. Saya tahunya saat saya bersih-bersih kamar dan majikan saya sedang pergi mengantar anaknya sekolah," akunya.
Jumiah kemudian kabur usai mendapatkan berbagai jenis perhiasan tersebut. Sebagian perhiasan dijualnya di kawasan toko emas di Kranggan, Pasar Kohar, Kota Semarang. Untuk mengaburkan identitasnya, Jumiah sengaja menjual di bawah harga pasaran dan dijual di tukang timbang emas (kios kletekan) di pinggir jalan.
"Yang cincin, saya jual di tukang emas kletekan. Laku Rp 17,4 juta. Kemudian sebagian perhiasan lainnya saya simpan dengan cara saya kubur di bawah pohon pisang di sekitar rumah, tapi hilang. Kalau uang hasil penjualan emas saya gunakan beli motor," ujar tersangka.
Akibat perbuatannya, tersangka Jumiah dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian.
Wakasatreskrim Polrestabes Semarang Kompol Sukiyono mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika mencari pembantu rumah tangga. Apalagi saat ini mendekati hari lebaran di mana ada para pembantu yang memanfaatkan profesinya sebagai PRT dengan cara mencari kelemahan majikan.
"Imbauan kami dengan kasus ini kepada masyarakat menjelang lebaran atau saat lebaran sulit cari PRT. Jangan sembarangan mencari pembantu yang sifatnya pocokan. Soalnya nanti, salah-salah bisa merugikan sendiri karena bisa terjadi tindak pidana. Hati-hati saat cari PRT. Jangan sampai jadi korban-korban berikutnya," pungkasnya.
Baca juga:
Baku tembak di Tangerang, 2 polisi terluka dan 2 pencuri tewas
Modus tawarkan mobil, pencuri bawa kabur perhiasan total Rp 60 juta
Mirip Robin Hood, 4 cerita pencurian demi kebaikan paling bikin haru
Ditinggal salat Tarawih, rumah anggota DPRD Karawang dibobol maling
Mengharukan, ibu rela curi sepotong paha ayam demi kado untuk anak