Barang bukti basah, Polri sulit temukan sidik jari peneror Novel
Barang bukti basah, Polri sulit temukan sidik jari peneror Novel. Polisi kesulitan menemukan sidik jari karena tim yang menangani kasus Novel mendeteksi barang yang diduga alat bukti penyiraman tersebut dalam keadaan basah. Hingga saat ini belum ditemukan sidik jari pelaku yang bisa dijadikan bukti kuat.
Polri kesulitan mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Sebab, hingga saat ini belum ditemukan sidik jari pelaku yang bisa dijadikan bukti kuat.
"Sidik jari kebetulan tidak ada ditemukan di TKP baik di botol maupun di gelas yang ada," ujar Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/7).
Polisi kesulitan menemukan sidik jari karena tim yang menangani kasus Novel mendeteksi barang yang diduga alat bukti penyiraman tersebut dalam keadaan basah.
"Pada saat akan disweep menggunakan serbuk, di situ masih basah sehingga sidik jarinya jadi hilang dan serbuknya tidak bisa membaca sidik jarinya," jelas dia.
Meski sulit menemukan sidik jari pelaku, Tito janji mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Novel. Apalagi, saat ini Polri sudah memperoleh sketsa yang diduga pelaku penyiraman tersebut.
Berdasarkan sketsa, ciri-ciri pelaku tersebut yakni memiliki tinggi badan antara 167 cm hingga 170 cm, berwarna kulit agak hitam, berambut keriting, dan memiliki badan cukup ramping. Sketsa ini menunjukkan pelaku tidak sama dengan empat orang yang sudah ditangkap Polri.
Tito menambahkan, Polri juga akan mengirim tim investigasi ke Singapura untuk menemui Novel. Tim investigasi ini akan meminta keterangan Novel secara langsung mengenai nama Jenderal Polisi yang disebut terlibat dalam kasus penyiraman air keras.
"Kita sudah siapkan tim untuk berangkat ke Singapura untuk mendengar keterangan dan agar lebih fair kita meminta dari KPK juga untuk mendampingi," ujarnya.
(mdk/noe)