LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bapak dan Anak di Depok Ditemukan Kerabat Tewas Tergantung di Plafon Rumah

Kapolsek Bojonggede AKBP Agus Koster Sinaga mengatakan, korban sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek. RH tidak keluar rumah sejak pagi. Kerabat RH sempat curiga namun belum mengetahui kalau RH dan anaknya gantung diri.

2019-08-05 21:50:27
Bunuh diri
Advertisement

Bapak dan anak ditemukan tewas tergantung di rumah. Kedua korban adalah RH (40) dan DN (8) warga Desa Rawa Panjang, Bojonggede, Bogor. Bapak dan anak itu ditemukan sudah tak bernyawa dan tergantung di plafon rumah menggunakan tali berwarna merah.

Kapolsek Bojonggede AKBP Agus Koster Sinaga mengatakan, korban sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek. RH tidak keluar rumah sejak pagi. Kerabat RH sempat curiga namun belum mengetahui kalau RH dan anaknya gantung diri.

"Biasanya dia antar anak sekolah. Pagi tadi tidak ada kabar sampai langganan dia berangkat sendiri," kata Agus, Senin (5/8).

Advertisement

Terungkapnya kasus ini ketika Yuni, kerabat RH, curiga. Kemudian Yuni mengintip dari lubang angin. Dia kaget melihat RH dan anaknya tergantung.

"Kedua korban telah ditemukan dalam posisi tergantung secara berhadapan dan sambil berpelukan dengan menggunakan seutas tali warna merah diikatkan di bambu plafon rumah kamar belakang," paparnya.

Korban diduga depresi hingga nekat berbuat demikian. Selain karena memiliki anak yang tuna wicara, RH pun terdesak kondisi ekonomi.

Advertisement

"Anak korban mempunyai keterbelakangan mental yang tidak sembuh-sembuh. Dugaan bunuh diri bareng-bareng ini sudah direncanakan terlebih dahulu," kata Kanit Reskrim Polsek Bojonggede Iptu Jajang Rahmat.

Dugaan lainnya bunuh diri itu dilakukan setelah beban korban bertambah usai setahun lalu istrinya meninggal lebih dahulu. "Atas dugaan ini korban depresi satu sisi harus mencari uang menjadi ojek satu sisi lagi butuh biaya buat berobat anak lakinya yang sakit," ucapnya.

Permintaan adik korban menolak tidak mau divisum. Keluarga menganggap ini sebagai musibah. Dari hasil olah TKP pemeriksaan tubuh korban kedua tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Baca juga:
Diduga Terbelit Persoalan Ekonomi, Florentina Gantung Diri
Orang Gantung Diri Gegerkan Pengguna Jalan Ahmad Yani Bekasi
Diduga Depresi Divonis Idap HIV, Napi di Lapas Lubuk Pakam Gantung Diri
Tiga Hari Tinggalkan Rumah, Semi Gantung Diri di Hutan Sragen
Siswanto Kaget Istrinya Lompat ke Sumur Sedalam 30 Meter
Diduga Stres Menderita Kanker Mulut, Napi Bunuh Diri di Rumah Sakit
Mantan Istri Menikah Lagi, Tukang Servis AC di Bekasi Bunuh Diri

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.