Banyak yang Tak Pakai Masker, Wisatawan di Garut Kucing-kucingan dengan Petugas
Sejumlah tempat wisata di Garut sendiri, dari pemantauan yang dilakukan pihaknya, mayoritas sudah menerapkan protokol kesehatan. Para wisatawan pun yang hendak berkunjung selalu diperiksa suhu tubuhnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan menyebut bahwa banyak wisatawan yang datang ke destinasi wisata di Garut tidak menerapkan protokol kesehatan. Kebanyakan, protokol kesehatan yang dilanggar adalah dengan tidak mengenakan masker saat berwisata.
Budi mengungkapkan, wisatawan hanya menggunakan masker hanya ketika ada petugas saja, bukan atas dasar kesadaran. "Jadi kita seperti kucing-kucingan. Mungkin karena menggunakan masker juga tidak nyaman," ungkapnya, Rabu (15/7).
Sejumlah tempat wisata di Garut sendiri, dari pemantauan yang dilakukan pihaknya, mayoritas sudah menerapkan protokol kesehatan. Para wisatawan pun yang hendak berkunjung selalu diperiksa suhu tubuhnya.
"Para pengelola destinasi wisata harus terus melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di tempatnya masing-masing. Penerapan protokol kesehatan adalah bagian yang tak terpisahkan dari masa adaptasi kebiasaan baru," katanya.
Budi mengaku bahwa pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan dari pengelola wisata. Hal tersebut sendiri dikarenakan para pengelola enggan tempatnya menjadi tempat penyebaran Covid-19.
Saat ini sendiri, disebut Budi, angka kunjungan wisatawan ke Garut kembali naik sejak dibuka pada Juni 2020. Hampir setiap akhir pekan, sejumlah tempat wisata di Garut ramai. Dengan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan, pihaknya akan kembali mengevaluasi pembukaan destinasi wisata di Garut.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut siap memberlakukan sanksi kepada mereka yang melanggar protokol kesehatan. Sanksi yang akan diberikan sendiri berupa denda.
"Pemberlakuan sanksi diharap bisa membuat masyarakat sadar akan pentingnya melaksanakan protokol kesehatan. Juli ini akan mulai kita berlakukan. Akan ada sanksi tegas bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker saat hendak ke luar rumah," katanya.
Saat ini sendiri, Helmi menilai bahwa tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di Garut masih rendah. "Pemda saat ini tengah mensosialisasikan sanksi tersebut kepada masyarakat. Besaran denda yang akan diterapkan masih dalam pembahasan," ucapnya.
(mdk/rhm)