Banyak warga tak mengetahui batas radius zona rawan bencana Gunung Agung
Banyak warga tak mengetahui batas radius zona rawan bencana Gunung Agung. Data pengungsi yang sudah melewati 100 ribu jiwa itu tersebar di 511 titik pengungsian di sembilan kabupaten atau kota se-Bali. Aktivitas vulkanik Gunung Agung yang masih tinggi, membuat gelombang pengungsi terus mengalir.
Diperkirakan titik puncak jumlah penduduk yang bakal mengungsi hingga melebihi 120 ribu. Itu terbukti dilihat dari data terakhir Kamis (28/9) pukul 12.00 WITA ada 122.490 jiwa yang mengungsi dari daerah Karangasem, Bali.
Data pengungsi yang sudah melewati 100 ribu jiwa itu tersebar di 511 titik pengungsian di sembilan kabupaten atau kota se-Bali. Aktivitas vulkanik Gunung Agung yang masih tinggi, membuat gelombang pengungsi terus mengalir.
"Meningkatnya gempa yang dirasakan membuat gelombang para pengungsi makin meningkat. Pergerakan magma juga mendekati permukaan terus berlangsung. Peluang terjadinya letusan cukup besar. Namun tidak dapat dipastikan kapan akan meletus secara pasti," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam keterangan tertulisnya.
Terkait jumlah pengungsi, menurut dia, terus bertambah setiap harinya. Bertambahnya pengungsi karena masyarakat yang berada di luar zona berbahaya pun juga ikut mengungsi.
"Banyak yang mengungsi karena masyarakat tidak tahu posisi sebenarnya dari batas radius yang dilarang. Selain itu juga karena faktor psikologis akibat bahaya dari meletusnya Gunung Agung," urainya.
Menurutnya jumlah pengungsi diperkirakan akan terus bertambah karena belum semua pendataan selesai dilakukan.
Baca juga:
Melihat aksi Polwan hibur anak pengungsi Gunung Agung
Kemenhub siapkan 10 bandara darurat antisipasi erupsi Gunung Agung
Sadri, pengungsi Gunung Agung berumur 1 abad meninggal
Hamil besar, Komang Ayu enggan tinggal di pengungsian Gunung Agung
Mengaku relawan, Darmadi curi nasi kotak pengungsi Gunung Agung
Aksi Tim SAR bantu warga Gunung Agung evakuasi hewan ternak
'Sekolah rujukan' bagi anak-anak pengungsi Gunung Agung di Tabanan