LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banyak warga masih buang sampah sembarangan di Jalan Sukarno

Padahal kawasan ini sudah tertata rapi, masih saja ada warga yang tidak menjaga kebersihan.

2015-11-17 15:41:59
Merdeka Bandung
Advertisement

Jalan Sukarno, Bandung, yang terletak di sebelah Gedung Merdeka Museum Konperensi Asia-Afrika banyak mendapat sanjungan. Tapi jalan yang berada di pinggir Sungai Cikapundung ini masih ditemukan sampah berserakan.

Di jalan yang diresmikan bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November lalu itu terdapat titik-titik yang menjadi tempat “parkir” sampah seperti bungkus makanan ringan, cangkang rokok, gelas plastik bekas kopi, botol minuman kemasan, kantong keresek. Begitu juga di dalam sungai, sampah-sampah terdampar di bebatuan.

Sedangkan di bawah kursi yang dipasang di kiri kanan jalan banyak ditemukan puntung rokok berserakan. Pemandangan tersebut kontras dengan penataan jalan yang apik, lantai jalan bukan dari aspal tapi dari paving block berwarna, poster-poster Soekarno dan tokoh negara dipasang di sana-sini.

“Lingkungan Jalan Sukarno sudah lumayan rapi, daripada tahun-tahun sebelumnya, sekarang sudah direnovasi. Tapi masih banyak yang belum peduli, masih banyak sampah berserakan,” kata salah seorang warga Bandung, Desta Dani Syarif di Jalan Sukarno, Selasa (17/11).

Pemuda 20 tahun tersebut menyayangkan masih ada pejalan kaki atau yang nongkrong membuang sampah sembarangan. “Kepedulian warga menjaga lingkungan masih harus ditingkatkan lagi. Jangan cuma ingin menikmati ruang publik tapi tidak dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga lingkungan tidak mungkin hanya mengandalkan petugas kebersihan kota atau relawan. “Kan kasihan petugas kebersihan terus-terusan membersihkan tapi kita penikmatnya tidak peduli,” tambahnya.

Ia juga menyarankan, penataan Jalan Sukarno harus ditingkatkan. Sebab, masih ada pengendara roda dua yang melintas. “Kan ini ditutup, khusus pejalan kaki, motor juga enggak boleh masuk. Tapi masih saja ada motor yang masuk,” katanya.

Warga lainnya, Algi Febri, 18 tahun, menyambut baik dengan penataan jalan dengan nama baru tersebut. Senada dengan Desta, ia menyayangkan masih banyak titik-titik di sekitar jalan menjadi tempat buang sampah sembarangan. “Lingkungannya kurang bersih, banyak sampah,” ujarnya.

Selain itu, kesadaran warga memang harus ditingkatkan. Misalnya, menjaga fasilitas publik agar tidak mudah rusak. “Banyak kan kursi-kursi yang dirusak atau sudah rusak. Jadi masih banyak yang kurng sadar,” katanya, mengacu pada beberapa kursi berbahan kayu dan besi beberapa bautnya ada yang copot.

Baca juga:
Terry Shahab luncurkan single
Buruh tak puas UMK Bandung 2016 hanya Rp 2,6 juta
Ini wujud pecahan mata uang kertas dengan nominal terbesar di dunia
Buat pecinta sepatu Docmart, ada baiknya ikut Komunitas Docmarters
Mesranya Soekarno, John F Kennedy dan Che Guavara di Jalan Sukarno

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.