LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banyak sabu masuk RI, bandara Malaysia dinilai terlalu longgar

Bea cukai Polonia Medan menangkap Mohd Airul Shah bin Otham yang menyelundupkan sabu 100 gr di anusnya.

2012-06-01 14:39:23
Kasus Narkoba
Advertisement

Untuk kesekian kalinya Bea dan Cukai Bandara Polonia menangkap tersangka penyelundup sabu-sabu dari Malaysia. Banyaknya penyelundupan narkotika dari negeri jiran itu ditengarai terjadi akibat longgarnya pengawasan pihak bandara di sana.

"Ya sepertinya bandara dan pelabuhan di sana terlalu longgar untuk keberangkatan ke Indonesia," kata Pjs Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Polonia Edy Safutra di Mapolda Sumut, Jumat (1/6).

Dugaan itu disampaikan Edy saat pemaparan kasus penangkapan Mohd Airul Shah bin Otham (32). Warga negara Malaysia ini ditangkap di Bandara Polonia membawa 100 gram sabu-sabu dalam anusnya, Kamis (31/5). Airul merupakan satu dari banyak tersangka yang tertangkap membawa narkotika dari Malaysia melalui bandara dan pelabuhan resmi.

Pernyataan Edy diamini Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Andjar Dewanto. Dia juga menduga pihak bandara di Malaysia terlalu longgar untuk keberangkatan ke Indonesia.

Namun, Andjar tidak menuding hal itu bentuk dari kesengajaan. Apalagi kedua negara terus bekerja sama memerangi narkoba. "Polisi Diraja Malaysia juga bekerja keras. Jika ada tangkapan dan ada DPO di sana, kita juga berkoordinasi dengan mereka. Di sana juga banyak tangkapan narkoba, bahkan ada tangkapan 1 ton sabu dari RRC beberapa waktu lalu," papar Andjar.

Dia menambahkan, Malaysia memang menjadi lokasi transit narkoba, terutama jenis sabu-sabu. Selisih harga yang cukup tinggi kemudian membuat Indonesia menjadi sasaran empuk jaringan narkoba internasional. "Contohnya di Iran harga sabu di bawah Rp 150 juta per kilogram, ke Malaysia bisa jadi Rp 200 juta per kilogram. Kalau sudah sampai ke Indonesia harganya bisa Rp 900 juta," sebut Andjar.

Sejauh ini, pihak keamanan Indonesia sudah banyak menangkap penyelundup narkotika dari Malaysia. Selain jalur udara, para pelaku juga menggunakan transportasi laut.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.