LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banyak perubahan aturan perusahaan, driver Grab dan GOJEK demo gabungan di Medan

Mereka juga meminta agar manajemen tidak terus melakukan perekrutan mitra baru seperti yang masih terjadi. Alasannya, jumlah pengemudi sudah terlalu banyak.

2018-03-26 14:38:09
Demo
Advertisement

Ratusan pengemudi ojek online di Medan kembali berunjuk rasa, Senin (26/3). Bukan hanya ke kantor Grab, kali ini mereka juga demo di kantor GOJEK, yang sama-sama berada di Kompleks CBD Polonia, Medan.

Pengemudi yang berunjuk rasa merupakan gabungan dari mitra GOJEK dan Grab. Mereka sama-sama mengeluhkan kebijakan kedua perusahaan penyedia aplikasi yang dinilai semakin memberatkan.

"Perubahan-perubahan, seperti peningkatan target untuk insentif, penurunan harga bayar, serta terus bertambahnya driver, semakin menyulitkan dan membatasi pendapatan kami di lapangan," kata Irfan, salah seorang pengunjuk rasa.

Advertisement

Untuk manajemen GOJEK, pengunjuk rasa menolak penurunan harga bayar terendah dari Rp 10.000 menjadi Rp 8.000. Dengan penurunan itu, pengemudi mendapat minimal Rp 6.400 untuk setiap order GoRide, padahal sebelumnya mendapatkan minimal Rp 8.000 per order.

Mereka meminta agar manajemen tidak terus melakukan perekrutan mitra baru seperti yang masih terjadi. Alasannya, jumlah pengemudi sudah terlalu banyak.

Advertisement

Kebijakan-kebijakan itu boleh jadi berimbas pada tindakan curang di lapangan. Akibatnya, muncul orang-orang tak bertanggung jawab di lapangan. Ada pihak yang sengaja melakukan order fiktif sehingga merusak performa para driver, khususnya mitra GOJEK.

"Order fiktif sekarang marak. Ini juga kendala utama kami sekarang. Karena itu kami meminta agar perusahaan mengatasi masalah order fiktif ini," sambung Irfan.

Sementara untuk manajemen Grab, pengunjuk rasa menuntut agar menyelesaikan seluruh persoalan pembayaran insentif dan promo yang sempat memicu demo sebelumnya. Mereka juga menginginkan adanya penyesuaian tarif terendah pada ojek online ini.

Unjuk rasa para pengemudi ojek online ini mendapat pengawalan petugas gabungan dari Polsek Medan Baru, Polrestabes Medan, dan Brimob Polda Sumut. "Dari Brimob ada 60 personel, sedangkan personel gabungan dari Polsek Medan Baru dan Polrestabes ada 202 personel. Jadi, total ada 262 personel," kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Victor Ziliwu.

Aksi unjuk rasa berlangsung kondusif. “Saat ini mereka sedang melakukan mediasi, baik dari Grab maupun GoJek," jelasnya.

Baca juga:
Orderan sepi, ojek online di Tangerang nyambi jadi kurir sabu
Ribuan pengemudi Go-Jek di Solo demo tolak penurunan tarif
Tak terima ditegur Satpam, puluhan ojek online datangi Apartemen Green Pramuka
Tak bayar promo & insentif, kantor Grab di Medan didemo pengemudi
Minta diantar ke kantor Depag, wanita ini langsung ajak nikah driver online
Heboh pengemudi Taksi Online bawa anak singa, ini tanggapan taman safari
Cara mudah atur keuangan bagi pengemudi online agar cicilan lancar

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.