LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banyak Kepala Daerah Pendukung Jokowi Kena OTT, Ini Reaksi Istana

Tertangkapnya Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu menambah daftar panjang kepala daerah yang diduga terlibat kasus suap. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu mewanti-wanti agar para kepala daerah di Tanah Air tidak menerima suap dan korupsi.

2018-11-21 17:58:31
Presiden Jokowi
Advertisement

Tertangkapnya Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu menambah daftar panjang kepala daerah yang diduga terlibat kasus suap. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu mewanti-wanti agar para kepala daerah di Tanah Air tidak menerima suap dan korupsi.

Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi SP mengatakan saat bertemu kepala daerah, Jokowi selalu mengingatkan agar tidak 'bermain' dengan uang rakyat.

"Presiden selalu menekankan dalam pertemuan bersama kepala daerah jangan main-main dengan uang negara, jangan main-main dengan uang rakyat. Jadi Presiden justru mengajak kepala daerah pembetul dalam kaitan penggunaan alokasi anggaran baik APBN, APBD," kata Johan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11).

Advertisement

Johan mengatakan Kepala Negara juga selalu berpesan kepada kepala daerah agar tidak menyalahgunakan kewenangan dalam pengelolaan anggaran negara.

"Itu kan sudah firm, kalau kemudian ada yang ditangkap itu ya bupati, walikotanya yang enggak benar. Tapi kebijakan di pusat sendiri, yang disampaikan Presiden penggunaan anggaran bahkan kepada menterinya disampaikan dalam rapat-rapat," sambungnya.

Mengenai sejumlah kepala daerah yang telah mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi di Pilpres 2019 justru terjerat kasus suap dan korupsi, menurut Johan itu persoalan lain. Dia menegaskan tidak ada hubungan antara pilihan politik di Pilpres dengan tindak pidana korupsi. Siapa pun yang melakukan korupsi harus ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Advertisement

"Harus bedakan pilihan politik dan penegakan hukum. Ini ada di domain penegakan hukum. Ada orang yang pilihan politik berbanding masing-masing. Enggak ada hubungannya menurut saya," kata dia.

Perlu diketahui, Remigo Yolando Berutu telah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2019. Baru-baru ini, dia ditangkap KPK terkait proyek dinas PU di Pakpak Bharat.

Selain Remigo Yolando, Bupati Bekasi Neneng Hasannah Yasin, Wali Kota Pasuruan yang juga kader PDI P Setiyono, Bupati Malang yang juga kader NasDem Rendra Kresna juga sudah tertangkap oleh OTT KPK. Mereka diketahui telah mendeklarasikan dukungan juga kepada Jokowi.

Baca juga:
Cegah Korupsi Kepala Daerah, NasDem Konsisten Terapkan Politik Tanpa Mahar
Polda Sumut Hentikan Penyelidikan Kasus Istri Bupati Pakpak Bharat
Bupati Pakpak Tersangka Suap, Demokrat Tegaskan 'Enggak ada ampun, pecat !'
Kubu Prabowo: Lagi, Politisi Sontoloyo Pendukung Jokowi Ditangkap KPK
Bupati Pakpak Bharat Gunakan Duit Suap untuk Amankan Kasus Korupsi Istri
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istri

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.