Banyak jemaah belum terekam datanya di imigrasi Bandara Madinah
Karena belum terekam, jemaah harus kembali ke imigrasi untuk melakukan perekaman data sebelum diberangkatkan ke Makkah.
Banyak jemaah haji Indonesia terpaksa harus kembali ke imigrasi bandara karena datanya tidak terekam. Seperti proses imigrasi di Bandara Mohammad bin Abdulaziz Madinah, Arab Saudi.
Data jemaah tidak terekam baru ketahuan saat hendak diberangkatkan ke Makkah. Karena data tidak terekam, maka jemaah tersebut harus kembali ke imigrasi bandara untuk dilakukan perekaman data.
"Tiap malam sekarang ini sampai 3-5 orang. Prosesnya bisa sampai pukul 04.00 WAS pagi," ujar Kasie Pelayanan Kedatangan dan Pemulangan M Syarif di Kantor Urusan Haji Madinah, Selasa (15/8).
Syarif menceritakan, untuk proses perekaman kembali ini bukan perkara mudah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mencari jemaah satu per satu di pemondokannya.
"Kami biasanya setelah diberi tahu dari pihak Muassasah lalu mencari ketua regunya untuk mencari keberadaan jemaah. Kadang ada jemaah tidak ada di hotel, mungkin sedang di luar atau sedang di Masjid Nabawi," ujarnya.
Syarif tidak mengetahui detail mengapa ada jemaah sampai tidak terekam datanya saat melewati imigrasi bandara. Padahal, setiap orang yang masuk ke suatu negara harus melewati proses imigrasi, baru bisa keluar bandara.
"Memang ada jemaah yang sakit langsung ditangani di klinik bandara. Tapi ada juga jemaah tidak sakit tidak terekam datanya," jelasnya.
Baca juga:
Muhammadiyah imbau jemaah patuhi jadwal melempar jumrah
19.300 Calon haji asal Embarkasi Solo tiba di Tanah Suci
Jemaah haji Indonesia dilarang melontar jumrah pada waktu ini
Semua penyedia katering jemaah Indonesia dapat surat teguran
Makanan buat jemaah haji sudah basi, PT Bahar Harr akui lalai