Banyak hotspot diduga kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di Kaltim
Beberapa hari terakhir ini, terjadi peningkatan jumlah titik hotspot diduga karhutla.
Citra 3 satelit kembali mendeteksi hingga belasan titik panas (hotspot) di kabupaten Kutai Timur serta kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Diduga kuat, hotspot yang terdeteksi bersumber dari pembakaran lahan, baik di kebun warga maupun di areal perusahaan. Pemkab setempat bersama kepolisian dan pihak terkait, bergegas menindaklanjutinya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Kalimantan Timur melansir, Senin (1/2), satelit Terra dan Aqua melalui sensor modis, mendeteksi 15 hotspot di 5 kecamatan di kabupaten Kutai Timur. Sementara di kabupaten Kutai Kartanegara, terdeteksi 4 hotspot tersebar di 4 kecamatan.
Sementara untuk satelit SNPP mendeteksi 13 hotspot di 4 kecamatan di Kutai Timur, serta 3 hotspot di 3 kecamatan di Kutai Kartanegara. Sedangkan satelit NOAA-18 juga mendeteksi 8 hotspot di 5 kecamatan di Kutai Timur dan juga 1 hotspot di kabupaten Kutai Kartanegara.
Kepala BPBD Kutai Timur Zainuddin membenarkan temuan satelit itu merupakan titik api di wilayah Kutai Timur. Hari ini, kata dia, BPBD Kutai Timur bersama Kodim Sangatta, duduk satu meja melakukan pembahasan.
"Ada pemberangkatan anggota Kodim, BPBD dan Tim Reaksi Cepat besok pagi diantaranya ke Muara Ancalong. Ada sekitar 30 personel TNI," kata Zainuddin kepada merdeka.com, Selasa (2/2).
Zainuddin mengingatkan, perusahaan juga memiliki kewajiban untuk mengamankan areanya dari api. Sehingga, dengan temuan titik api di area perusahaan, harus benar-benar juga ditindaklanjuti oleh perusahaan.
"Perlu diperjelas, apakah titik api itu ada di areal perusahaan, atau di sekitarnya. Pemerintah punya wewenang untuk mencabut izin perusahaan, kalau titik api ada di areal perusahaan," tegas Zainuddin.
Dijelaskan Zainuddin, kebakaran yang terdeteksi, di antaranya juga berada di areal lahan gambut, yang tentu menyebabkan kesulitan untuk dipadamkan.
"Kalau dipadamkan, di atas padam. Tapi di bagian bawah, masih menyala. Apalagi sekarang angin bertiup kencang," ungkap Zainuddin.(mdk/cob)