Banyak eksploitasi anak, Khofifah harap tiap daerah punya save house
Anak-anak yang menjadi korban eksploitasi akan dirawat semaksimal mungkin di RPSA.
Kasus eksploitasi terhadap bayi berusia enam bulan berhasil diungkap Polres Jakarta Timur, pada Rabu (30/3). Kini bayi laki-laki tersebut sudah berada di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus, Cipayung Jakarta Timur.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, anak-anak yang menjadi korban eksploitasi akan dirawat semaksimal mungkin di RPSA. Kemensos memiliki sejumlah rumah aman yang dapat menampung anak-anak yang menjadi korban eksploitasi.
"Kita punya save house. Siapa saja bisa mengantarkan bayi, anak-anak dan lansia," kata Khofifah di RPSA Bambu Apus Cipayung Jakarta Timur, Kamis (31/3).
Khofifah menjelaskan, selain RPSA, Kemensos juga memiliki rumah perlindungan dan trauma Center.
"Bukan hanya korban eksploitasi saja yang ditampung di RPSA. Tetapi WNI yang dideportasi lantaran diduga terlibat teroris, juga akan ditampung di sini," ucap dia.
Namun demikian, dirinya menyesali karena RPSA tidak ada di sejumlah kabupaten. sehingga dirinya berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dapat menyiapkan ruangan dan pekerja sosial guna untuk merawat korban eksploitasi dan anak telantar.
"Memang tidak semua daerah punya save house. Makanya saya meminta kepada pemerintah kota/daerah bisa menyiapkan ruangan, pekerja sosial, konselor atau dari Fakultas psikologi terdekat, karena mereka butuh konseling," tutupnya.
Baca juga:
Ungkap eksploitasi anak, polisi Bekasi bakal razia pengemis di jalan
Kunjungi anak korban eksploitasi, Menteri Yohana minta pemda jeli
Begini cerita anak korban eksploitasi dibina di sosial Bambu Apus
Polda Metro masih dalam kasus eksploitasi anak