Banyak anak di bawah umur korban ledakan gudang petasan masih trauma
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah meminta Pemkab Tangerang serius, menangani anak-anak korban ledakan pabrik kembang api di Kosambi. KPAI juga bersedia melakukan pendampingan psikologis bagi anak-anak korban kejadian nahas itu.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah meminta Pemkab Tangerang serius, menangani anak-anak korban ledakan pabrik kembang api di Kosambi. KPAI juga bersedia melakukan pendampingan psikologis bagi anak-anak korban kejadian nahas itu.
Ai Maryati dalam laporannya kepada Bupati Tangerang mengungkapkan, dari temuan di lapangan, terdapat sembilan anak di bawah umur yang dipekerjakan perusahaan kembang api tersebut, dua di antaranya meninggal dunia.
"Ini yang menjadi perhatian kita tentang anak yang dipekerjakan, terutama kita harus melihat dengan jeli bahwa ini jenis pekerjaan berbahaya," ucap Ai di Kantor Bupati Tangerang, Senin (6/11).
KPAI lanjut Ai, sedari awal sudah menduga adanya eksploitasi yang terjadi pada anak-anak di bawah umur di pabrik kembang api tersebut.
Modusnya, pihak pabrik tak membuka informasi lowongan pekerjaan, namun mereka menggunakan anak-anak sebagai penyebar informasi untuk mengajak bocah di sekitar pabrik.
"Artinya anak-anak ini dipaksa menjadi sangat sukarela, dan kemudian mereka yang ingin meninggalkan sekolahnya. Karena pabrik tidak membuka pengumuman resmi dan sebagainya, tapi nyatanya mereka bekeja dari mana, karena betul-betul dari teman sebaya yang mendekati," lanjut Ai.
Sementara korban, utamanya anak-anak harus segera diberikan bimbingan psikologis untuk mengobati trauma mereka, baik pekerja anak yang menjadi korban, maupun pelajar SMP yang bersebelahan dengan pabrik kembang api tersebut.
"Kami koordinasi lintas sektoral kita ingin memastikan bahwa penyelenggara negara harus langsung melihat ini sebagai kejadian luar biasa yang harus ditangani, terutama pabrik. Sanksi, administrasi dan pidana harus berdiri, anak-anak juga secara kesehatan dan rehabilitasi harus promo healing, sampai kebutuhannya terpenuhi mari kita lindungi dengan pendekatan-pendekatan psikologis, karena banyak yang trauma dari laporan dinas tadi," katanya.(mdk/cob)