Bantu korban banjir Pacitan, Kemensos kirim 1000 Tagana
Dia mengatakan, keberadaan 1000 tagana dan relawan membantu warga agar bisa saling bahu membahu membersihkan lumpur, kayu-kayu dan bebatuan yang masih menumpuk di rumah-rumah korban terdampak.
Kementerian Sosial mengerahkan lebih dari 1.000 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) serta relawan dari berbagai daerah ke Pacitan. Tujuannya untuk membantu warga membersihkan sisa-sisa lumpur dan kotoran pasca banjir yang melanda pada 27-28 November lalu.
"Kegiatan ini merupakan suporting dari teman-teman relawan dari seluruh Indonesia bahkan dari dunia Internasional, kepada situasi yang terjadi di Pacitan," kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Margowiyono seperti dilansir dari Antara, Jumat (8/12).
Dia mengatakan, keberadaan 1000 tagana dan relawan membantu warga agar bisa saling bahu membahu membersihkan lumpur, kayu-kayu dan bebatuan yang masih menumpuk di rumah-rumah korban terdampak. Relawan juga ikut membantu menyingkirkan bangkai-bangkai binatang yang sudah mulai membusuk dan berpotensi menyebarkan penyakit.
"Tim disebar di tiga titik yang menjadi daerah terparah akibat banjir, yang pertama di Pondok Pesantren Tremas yang memiliki 15 asrama. Kemudian dua tim lainya masing-masing di Desa Ploso Kidul dan Ploso Kalor," jelasnya.
Margowiyono berharap, bantuan atau dukungan yang diberikan para relawan dan tagana di bawah panji Kemensos bisa menjadi obat bagi warga Pacitan untuk segera pulih dan bangkit. Sebab dengan Bhakti Sosial ini, masyarakat merasa sangat terbantu, menjadi semakin dekat dan mengenal Tagana.
Baca juga:
Kerugian akibat banjir bandang di Pacitan ditaksir capai Rp 600 miliar
Alat masak hanyut tersapu banjir, warga Bantul bikin dapur umum
Banjir rob lumpuhkan Muara Baru
Nasib puluhan sepeda motor mogok akibat banjir rob di Muara Baru
Antisipasi banjir, BPBD Medan siagakan 5 tim reaksi cepat