Bantu identifikasi kru Lion Air JT610, Kemenhub utus dokter gigi
Bantu identifikasi kru Lion Air JT610, Kemenhub utus dokter gigi. Balai Kesehatan Penerbangan yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub memiliki data primer atau data lengkap para kru pesawat mulai dari pilot, kopilot, teknisi dan pramugari.
Proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 terus berlanjut seiring dengan operasi pencarian yang masih berlangsung di sekitar perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Untuk membantu proses identifikasi khususnya para kru pesawat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengutus dua dokter gigi ke RS Polri Kramat Jati tempat tim DVI bekerja melakukan proses identifikasi.
"Jadi untuk percepatan identifikasi korban JT610, tim kesehatan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara membantu penanganan identifikasi korban di rumah sakit Polri Kramat Jati. Kami mengirim dua dokter gigi," kata Plt Dirjen Perhubungan Udara Pramintohadi di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Jumat(2/11).
Balai Kesehatan Penerbangan yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub memiliki data primer atau data lengkap para kru pesawat mulai dari pilot, kopilot, teknisi dan pramugari. Data ini diharapkan dapat mempermudah proses identifikasi.
Seperti diketahui, pesawat Lion Air yang terbang dari Jakarta menuju Pangkalpinang tersebut membawa 189 orang termasuk penumpang dan kru.
"Balai Kesehatan Penerbangan ini memiliki data primer pusat data pemeriksaan gigi, pilot, kopilot dan kru JT610, sehingga dapat membantu permudah proses identifikasi jenazah," pungkasnya.
Baca juga:
Cerita pilu Arif, ikut jadi korban Lion Air karena gantikan teman
Tim SAR berhasil temukan mesin pesawat Lion Air, kondisinya pecah
Sertu Hendra temukan FDR Lion Air karena gigih bongkar lumpur
Rekan sebut Co Pilot Harvino pindah ke Lion Air JT 610 karena punya lisensi
IPI soal kabar gaji pilot Lion Air Rp 3,7 juta: Semoga itu tidak benar
Pesawat Lion Air PK-LQP sempat lapor sinyal Pan-Pan pada penerbangan sebelumnya