Bantah Sepi Peminat, Dalih Pemkab Situbondo Batal Buka Sekolah Rakyat Tahun Ini
Pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Situbondo akan ditunda dan baru akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Sekolah Rakyat di Kabupaten Situbondo batal dibuka tahun 2025. Penundaan hingga tahun 2026 itu dibantah Pemkab lantaran sepi peminat program unggulan Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2025.
Kepala Dinas Sosial Situbondo, Timbul Surdjanto, menegaskan bahwa pernyataan mengenai sepinya peminat program Sekolah Rakyat tidak benar.
Ia menyatakan bahwa penundaan tersebut lebih dikarenakan ketidaksiapan infrastruktur dan waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan tahun ajaran baru.
Timbul menambahkan bahwa pihaknya bersama tim dari pusat sudah melakukan survei di beberapa lokasi yang diusulkan untuk menjadi Sekolah Rakyat.
Hasil survei menunjukkan bahwa ada lokasi yang sudah memiliki gedung, tetapi memerlukan renovasi, serta ada yang masih berupa lahan kosong dengan luas minimal lima hektare sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Untuk usulan lokasi sudah kami survei bersama. Ada yang sudah ada gedungnya tapi masih membutuhkan renovasi, ada juga yang masih lahan kosong. Tapi karena waktunya mepet dengan tahun ajaran baru, pelaksanaanya belum bisa dimulai tahun ini," ujarnya pada Senin (13/10).
Klaim Antusiasme Masyarakat Tinggi
Timbul menegaskan bahwa penundaan ini bukan disebabkan oleh kurangnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di Sekolah Rakyat. Ia menyatakan, "Bukan karena tidak ada minat. Tapi waktunya tidak cukup dan biaya untuk mempersiapkan gedung serta fasilitasnya cukup besar."
Bahkan, antusiasme masyarakat terhadap sekolah ini cukup positif. Namun, pemerintah perlu memastikan bahwa semua sarana dan prasarana sudah siap agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan optimal.
Menurutnya, meskipun data calon siswa telah terdaftar, fasilitas dan lokasi yang belum siap membuat mereka sementara diarahkan untuk bersekolah di sekolah-sekolah umum yang ada. Hal ini dilakukan agar tidak ada anak yang kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan.
"Semuanya tetap bisa sekolah. Mereka kami arahkan ke sekolah umum dulu. Jadi, tidak benar kalau dibilang tidak ada pendaftar sama sekali," tegasnya. Dengan langkah ini, diharapkan semua anak tetap mendapatkan kesempatan untuk belajar meskipun Sekolah Rakyat belum dapat beroperasi.
Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat
Timbul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat ditujukan khusus untuk siswa dari keluarga miskin yang berada dalam desil 1 hingga desil 4. Ia juga menekankan bahwa Sekolah Rakyat berfungsi sebagai sarana agar semua anak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang setara.
"Kami ingin luruskan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi siswa dari keluarga miskin desil 1 hingga desil 4 serta bertujuan agar mereka punya kesempatan yang sama dalam belajar. Tidak ada istilah minder atau dibedakan," ucapnya.
Saat ini, Dinas Sosial Situbondo masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat mengenai waktu pelaksanaan dan teknis program tersebut. Jika semua persiapan telah selesai, program Sekolah Rakyat di Situbondo akan segera dilaksanakan.
"Kita masih menunggu petunjuk dari tim pusat. Kalau sudah siap semua, kami siap jalankan. Semoga tahun depan bisa terealisasi, karena program ini sangat baik untuk pemerataan pendidikan di Situbondo," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234456/original/054144000_1748349318-1080x1080_02__6_.jpg)