Bantah Prabowo, Wamenlu sebut bantuan ke Rohingya untuk kemanusiaan
Bantah Prabowo, Wamenlu sebut bantuan ke Rohingya untuk kemanusiaan. Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia AM Fachir mengatakan, bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya didasari keprihatinan. Pemerintah prihatin atas kondisi pengungsi Rohingya yang membutuhkan makanan dan pakaian layak.
Bantuan kemanusiaan tahap pertama yang dikirim Presiden Joko Widodo untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh memantik kritikan. Salah satu kritikan datang dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang menilai kiriman bantuan tersebut hanyalah pencitraan.
Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia AM Fachir mengatakan, bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya didasari keprihatinan. Pemerintah prihatin atas kondisi pengungsi Rohingya yang membutuhkan makanan dan pakaian layak.
"Menlu pergi ke sana atas instruksi dan arahan Presiden itu kan didasarkan kepada keprihatinan kita dengan yang terjadi di sana. Jadi pendekatan kita adalah komprehensif, pendekatan kita adalah solusi. Jadi intinya dari semua aspek kita mencoba cari solusi dari persoalan yang dihadapi di sana," kata Fachir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/9).
Di samping prihatin, kiriman bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh sejalan dengan amanah konstitusi.
"Ketika kita berbicara ikut menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial, ini adalah realisasi atau perwujudan pengamalan dari amanah konstitusi," jelasnya.
Fachir menambahkan, pemerintah mengutamakan pendekatan kemanusiaan dalam menanggapi konflik Rohingya. Karena itulah, sejumlah pihak di Tanah Air turut prihatin dan berkontribusi untuk pengungsi Rohingya.
Baca juga:
Prabowo kritik bantuan ke Rohingya, Sekjen Golkar bilang 'mestinya bersyukur'
Golkar sebut Prabowo politisasi aksi Rohingya untuk tekan pemerintah
PDIP tuding Prabowo manfaatkan aksi bela Rohingya buat umbar emosi ke pemerintah
Fahri Hamzah bela Prabowo soal bantuan pemerintah Jokowi ke Rohingya
'Prabowo tak bisa bedakan pencitraan dengan kerja nyata'