LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bantah Minta Dibelikan Mobil, Pejabat Kemenpora Butuh Uang Buat Cicilan Rumah

Asisten Olahraga Prestasi pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Purnomo disebut-sebut minta dibelikan mobil Toyota Yaris. Permintaan itu ditujukan pada Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy. Namun Adhi membantahnya.

2019-04-29 18:11:04
KONI
Advertisement

Asisten Olahraga Prestasi pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Purnomo disebut-sebut minta dibelikan mobil Toyota Yaris. Permintaan itu ditujukan pada Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy.

"Memang sudah dari bulan-bulan September Pak Adhi minta bantuan saya dibelikan mobil Yaris. Saya sampaikan nanti saya kasih tahu ke Pak Sekjen. Tapi berikutnya tidak usah mobil lah uang saja buat cicilan rumah," kata Staf Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora Eko Triyanta di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Seperti dilansir Antara Senin (29/4).

Eko bersaksi untuk terdakwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy yang didakwa menyuap Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana dengan satu unit mobil Fortuner, uang Rp 400 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 (sekira Rp 900 juta) serta Asisten Olahraga Prestasi pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Adhi Purnomo dan Staf Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora Eko Triyanta senilai Rp 215 juta.

Advertisement

"Sebenernya saya datang (ke KONI) tidak mau minta uang itu. Saya datang saja makan. Terus saya mau pulang disuruh panggil Bu Eni. Bapak (Adhi) ngobrol saja sama bu Eni, lalu disampaikan ini mau titip sekalian buat Pak Adhi, untuk kamu nanti belakangan. Kamu minta Rp 25 juta dulu ke Pak Adhi," tambah Eko.

Tapi belakangan Eko mengakui Adhi ingin meminta uang lebih diperuntukan cicilan rumahnya, bukan membeli mobil seperti permintaan awal.

"Saya tidak minta mobil Yaris Pak. Selama ini saya tidak punya mobil. Saat ditangkep pun saya pakai motor. Hanya ada keinginan saja Pak. Sebulan itu kan saya harus cicil rumah Rp 5 juta kalau ada rezeki," kata Adhi yang juga menjadi saksi dalam perkara tersebut.

Advertisement

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pun lalu membacakan BAP Adhi yang menyebutkan bahwa Eko datang menemui Adhi telah melapor ke Hamidy bahwa dana hibah telah cair. Eko juga menyampaikan akan ada tanda terima kasih dari KONI.

"Saya tidak minta lho mas, tapi kalau ada tanda terima kasih Insya Allah saya akan gunakan buat cicilan rumah" demikian disebutkan dalam BAP tersebut.

JPU juga membacakan BAP Eko yang mengatakan bahwa sudah lumrah permintaan uang di lingkungan Kemenpora.

"Dalam BAP saudara mengatakan 'telah umum di lingkumgan Kemenpora setiap ada bantuan cairan dana pihak ketiga ada kewajiban 'fee' oleh pihak ketiga. Pihak Kemenpora yang menerima menpora, deputi, asisten deputi, kepala bidang, bendahara dan bagian keuangan dan staf pelaksana'?" tanya jaksa penuntut umum (JPU) KPK Ronald F Worotikan.

"Masalah BAP itu saya katakan ke penyidik ini bukan keterangan saya. Saya sudah minta 2 kali dihapus ke penyidik, katanya nanti saja di persidangan," jawab Eko.

Eko juga mengaku mendapat uang untuk pulang kampung.

"Rp 30 juta dari terdakwa, waktu itu proposal pertama saya ditanya punya ongkos tidak buat pulang kampung saat Lebaran lalu dapat Rp 30 juta dan Rp 75 juta untuk Pak Adhi tapi hanya diambil Rp 5 juta, sisanya saya kembalikan ke sekjen melalui supirnya," ungkap Eko.

Adhi dalam sidang juga mengatakan hanya mengambil Rp5 juta.

"Saya dipanggil katanya ada titipan dari KONI. Saya tidak tahu jumlahnya, hanya dikasih amplop. Saya cuma ambil Rp 5 juta saja buat ongkos pulang kampung. Saya takut Pak," ungkap Adhi.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.