LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banjir menerjang 5 kecamatan di Kota Bima, 2.500 warga mengungsi

Ribuan warga dari lima kecamatan yang menjadi korban banjir sempat mengungsi ke sejumlah masjid dan bangunan sarana umum.

2017-03-27 07:58:28
Banjir
Advertisement

Tidak kurang 2.500 warga di lima Kecamatan di Kota Bima, NTB mengungsi akibat banjir yang melanda daerah itu sejak Minggu (26/3).

"Warga yang terdampak banjir ditampung di 15 titik lokasi pengungsian," kata Pelaksana Tugas Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Syahrial Nuryadin, Senin (27/3).

Para warga diungsikan ke Masjid Sultan Salahudin Paruga, Masjid Baitul Hamid Penaraga, Masjid Nurul Mubin Penaraga, Masjid Istiqomah Penatoi dan Kantor Wali Kota Bima.

Selanjutnya, di Masjid Lewirato, Kantor KPPN Bima, RS PKU Muhammadiyah, SMPN 13 Tanjung, Masjid Al-Muwahidin Pane, Toko Bolly Monggonao, Gunung Raja Dara, Jalan Baru Tanjung, Masjid Baitul Maqdis Tanjung, Kantor FIF Nae dan Paruga Nae Manggemaci.

Saat ini, kata dia, upaya yang sudah dilakukan terhadap warga yang terkena dampak, yakni pembagian nasi bungkus dan air minum, sebanyak kurang lebih 1.500 bungkus. Sembari melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.

Berdasarkan pantauan Pemerintah Kota Bima, pada pukul 24.00 Wita, terdapat 22 kelurahan di lima kecamatan yang terdampak banjir.

Lima kecamatan itu, yakni Kecamatan Rasanae Timur terdapat 4 kelurahan yang terdampak, antara lain Kumbe, Dodu, Nungga, Kodo. Kecamatan Raba terdapat 3 kelurahan, yakni Penaraga, Kendo, Ntobo.

Kemudian, di Kecamatan Mpunda terdapat 8 kelurahan, yakni Penatoi, Lewirato, Sadia, Mande, Manggemaci, Monggonao, Panggi, Matakando.

Di Kecamatan Rasanae Barat 6 kelurahan, yakni Tanjung, Paruga, Dara, Sarae, Pane, Nae dan Kecamatan Asakota di Kelurahan Melayu.

Ia mengungkapkan, penyebab banjir yang kembali melanda Kota Bima itu, akibat curah hujan di hulu sungai yang begitu tinggi, sehingga Sungai Padolo dan Sungai Salo meluap ke permukiman dan areal persawahan warga.

"Saat ini air sudah surut dan sebagian warga mulai kembali ke rumah," terang Syahrial. Sumber Antara.(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.