Banjir Kabupaten Bandung mulai surut, 10.000 jiwa masih mengungsi
Pengungsi yang terbanyak berasal dari Kecamatan Baleendah.
Banjir yang menggenangi di hampir separuh Kabupaten Bandung mulai berangsur surut. Hujan dengan curah hujan kecil, pada Senin (14/3) kemarin menyebabkan debit air berkurang.
Meski surut, sekitar 10.000 jiwa lebih masih mengungsi. Jumlah itu terhimpun hingga Selasa (15/3) pukul 07.00 WIB.
"Jumlah pengungsi di Kabupaten Bandung sebanyak 2.840 kepala keluarga atau sekitar 10.344 jiwa," kata Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/3).
Ada 28 tempat pengungsian yang disediakan Pemda setempat. Tempat-tempat umum yang disediakan adalah GOR, masjid, gedung serbaguna dan sekolah. "Pengungsi yang terbanyak berasal dari Kecamatan Baleendah," ungkapnya.
Dalam catatan BNPB terdapat 701 balita, 489 lansia, 38 ibu hamil, dan 290 ibu menyusui yang masih melakukan pengungsian.
Dia menambahkan, air yang berangsur surut juga membuat akses jalan menuju Kota Bandung lancar. "Hal ini nampak pada telah lancarnya akses jalan utama Buahbatu-Bojongsoang oleh kendaraan besar maupun kecil," tandasnya.
Baca juga:
Warga Kabupaten Bandung anggap kunjungan pejabat tak berguna
Ketika Kabupaten Bandung menjadi lautan air
Bupati Bandung mengaku belum bisa cari solusi atasi banjir
Mensos minta situ Cienteung lekas rampung supaya banjir tak berulang
Banjir di Kabupaten Bandung tahun ini yang terparah
Bantu banjir di Bandung, Purwakarta kirim tim SAR dan sembako
Banjir di Kabupaten Bandung, 15.000 jiwa mengungsi