LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banjir di Soppeng Sulsel, Satu Warga Meninggal Dunia

Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Cabue, Sungai Belo, dan Sungai Leworeng usai hujan dengan intensitas tinggi ini menggenangi beberapa wilayah. Yakni, Kecamatan Lalabata, Ganra, Donri-Donri, Lilirilau, Citta, Marioriawa, dan Liliriaja.

2021-12-08 12:38:32
Banjir
Advertisement

Satu warga meninggal dunia akibat banjir di Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Banjir terjadi pada Senin (6/12), pukul 10.30 WITA. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng mencatat sebanyak 5.786 KK terdampak banjir, dua rumah rusak berat, dan satu rusak ringan.

"Satu warga meninggal dunia dan satu warga dinyatakan hilang," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Rabu (8/12).

Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Cabue, Sungai Belo, dan Sungai Leworeng usai hujan dengan intensitas tinggi ini menggenangi beberapa wilayah. Yakni, Kecamatan Lalabata, Ganra, Donri-Donri, Lilirilau, Citta, Marioriawa, dan Liliriaja.

Advertisement

Hasil pemantauan BPBD Kabupaten Soppeng, kondisi terkini banjir berangsur surut. Namun, di Kecamatan Lilirilai dan Marioriawa masih terendam banjir dengan ketinggian 100 sentimeter. Kondisi ini membuat lokasi tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda empat.

BPBD Kabupaten Soppeng bersama tim gabungan berkoordinasi dengan unit terkait untuk segera terjun ke lapangan guna melakukan pendataan dan melakukan evakuasi warga terdampak. Penanganan darurat juga segera dilakukan dengan mendirikan posko kesehatan dan dapur umum.

Selain Soppeng, banjir juga melanda Kota Makassar. Sebanyak 1.603 rumah warga terendam dan 6.412 jiwa terdampak.

Advertisement

Banjir ini terjadi setelah hujan deras turun di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang dan Tallo pada Selasa (7/12) pukul 13.00 WITA. BPBD Kota Makassar mencatat warga terdampak tinggal di Kecamatan Tamalanrea, Kecamatan Biringkanaya, Kecamatan Panakukang, Kecamatan Manggala, Kecamatan Tamalate, dan Kecamatan Rappocini.

Ketinggian Air

Saat ini, wilayah tersebut masih tergenang banjir dengan ketinggian muka air berkisar antara 30 hingga 100 sentimeter. Pembentukan posko kesehatan dan dapur umum juga telah digagas Dinsos, Dinkes dan PMI untuk mempercepat proses penanganan darurat.

Merujuk peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sampai Kamis (9/12), wilayah Sulawesi Selatan berpotensi banjir dan waspada hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang.

Karena itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi.

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.