Banjir di kolong Tol JORR, jalan utama Jakarta-Bekasi terputus
Banjir di kolong Tol JORR, jalan utama Jakarta-Bekasi terputus. Warga Jatiasih, Bekasi ini dari arah Caman hendak menuju Jalan Ahmad Yani. Padahal, normalnya hanya membutuhkan waktu tak lebih 30 menit, namun akibat banjir tersebut waktu tempuh mencapai dua jam.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat membuat jalan KH Noer Ali di bawah kolong tol JORR banjir, Selasa (30/10). Akibatnya, jalur utama dari Jakarta menuju ke Bekasi tersebut terputus karena genangan mencapai 60 cm atau selutut orang dewasa.
"Terpaksa pakai jalur alternatif, tetapi macetnya luar biasa," kata pengendara sepeda motor, Dhendy (35) kepada merdeka.com, Selasa (30/10).
Warga Jatiasih, Bekasi ini dari arah Caman hendak menuju Jalan Ahmad Yani. Padahal, normalnya hanya membutuhkan waktu tak lebih 30 menit, namun akibat banjir tersebut waktu tempuh mencapai dua jam.
"Jalur utama tidak bisa dilintasi, sedangkan jalur alternatif macet parah," ujarnya yang melintas melalui Bintara Bekasi Barat.
Berdasarkan pantauan merdeka.com, banyak pengguna jalan yang nekat menerobos banjir tersebut. Akibatnya, kendaraan yang ditungganginya mendadak mati di tengah genangan air itu. Sedangkan, kemacetan dari arah Jakarta menuju ke Bekasi akibat genangan tak dapat dihindarkan.
Kabid Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kota Bekasi, Yudianto mengatakan, penyebab genangan di bawah kolong Tol JORR karena pompa tak berfungsi. Ia mengatakan, tim teknis segera memperbaikinya.
"Kami fokus mengurangi genangan dulu menggunakan pompa portabel, agar lalu lintas normal kembali," ujarnya ketika dikonfirmasi.
Menurut dia, saluran yang ada di sana tak ada masalah, karena setiap dua pekan sekali dibersihkan oleh tim dari instansinya. Karena itu, genangan diduga akibat pompa tak berfungsi dengan baik.
Baca juga:
Akibat angin kencang Kota Venesia terendam
Banjir rendam rumah di Rokan Hilir, 4.052 jiwa mengungsi
Jelang musim hujan, Pemprov DKI lakukan antisipasi banjir
3 Desa di Riau terendam banjir, 2.500 warga tidur di pengungsian
Jalan utama ke Bandara Samarinda rawan banjir, Menhub dan Pemda cari solusi
Sungai meluap, belasan rumah di Musi Banyuasin terendam banjir