Banjir di Karawang Rendam 150 Hektare Tambak Bandeng dan 51 Rumah
Sedikitnya 150 hektare tambak ikan bandeng di Desa Tambak Sumur, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, terendam banjir. Kepala desa setempat, Suhata mengatakan, air merendam areal tambak akibat meluapnya Sungai Bengbang yang membelah dua desa seiring intensitas hujan lebat.
Sedikitnya 150 hektare tambak ikan bandeng di Desa Tambak Sumur, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, terendam banjir. Kepala desa setempat, Suhata mengatakan, air merendam areal tambak akibat meluapnya Sungai Bengbang yang membelah dua desa seiring intensitas hujan lebat.
"Diperkirakan sekitar 150 hektare tambak ikan bandeng terendam banjir, dipastikan petani tambak merugi," kata Suhata kepada wartawan, Kamis (31/1).
Suhata menjelaskan selain lahan tambak, sebanyak 51 rumah warga yang berada di bantaran sungai juga terendam banjir dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter hingga satu meter.
"Untuk rumah ada sekitar 51 rumah yang posisinya lebih rendah dari bantaran sungai," jelasnya.
31 Rumah yang terdampak banjir berada di Desa Tambak Sumur, dan 20 rumah di Desa Srikamulyan. Sebagian warga mengungsi ke rumah tetangga yang masih aman.
Saat ini tim BPBD dan Muspika kecamatan turun ke lapangan melakukan pengecekan serta menginventarisir total kerusakan dan kerugian akibat bencana tersebut.
"Kami masih mendata jumlah kerugian akibat bencana banjir tersebut. Kalau data untuk sementara, sekitar ratusan juta sudah ada," ungkapnya.
Bencana banjir di Tambak Sumur hampir terjadi setiap musim hujan. Hal tersebut karena desa ini terbilang rendah dan berada di pinggir sungai. Selain itu, penyempitan aliran sungai karena banyaknya bangunan juga menjadi faktor pemicu.
Baca juga:
Kementerian PUPR Anggarkan Rp 450 Miliar Antisipasi Banjir Jakarta
Keseruan Bocah-bocah Saat Banjir Rendam Ratusan Rumah di Rawa Terate
Banjir Setinggi 90 Cm Rendam Permukiman di Tangerang
Update Data Bencana di Sulsel: 78 Orang Meninggal dan 3 Warga Hilang
Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Jalan di Jakarta Tergenang Air
Pembangunan Tanggul Permanen di Jatipadang Rampung