LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banjir di Jayapura Sebabkan Ribuan Warga Mengungsi dan Ratusan Babi Hanyut

Ribuan kepala keluarga di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua menjadi korban banjir. Mereka mengungsi ke dataran tinggi karena rumah mereka tergenang air. Kepala BPBD Jayawijaya Amsal Wamo mengataka masih melakukan pendataan terhadap kerugian yang dialami masyarakat.

2021-03-09 16:19:47
Banjir
Advertisement

Ribuan kepala keluarga di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua menjadi korban banjir. Mereka mengungsi ke dataran tinggi karena rumah mereka tergenang air. Kepala BPBD Jayawijaya Amsal Wamo mengataka masih melakukan pendataan terhadap kerugian yang dialami masyarakat.

"Distrik yang berdampak longsor itu Wollo dan Melagalome. Sementara distrik yang terendam banjir itu Assolokobal, Walelagama , Libarek, Kurulu, witawaya, Pisugi, siepkosi, Hubikiak, Wesaput, Maima, Assotipo, Yalengga, Asologaima, Silokarno Doga, Muliama, Musatfak, Hubikosi, Usil Ombo, Bolakme, Pyramid," kata Amsal Wamo di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayapura, Selasa (9/3). Dikutip dari Antara.

Data sementara yang diperoleh juga menyebutkan sebanyak 1.289 rumah warga, 169 hektare kebun, 6.064 bedeng serta 145 kolam ikan ikut terendam air. BPBD mencatat sebanyak 163 ternak babi ikut hanyut terbawa banjir.

Advertisement

"Sesuai arahan pimpinan, kami masih melakukan pendataan lebih dahulu agar kebutuhan masyarakat bisa dihitung. Setelah pendataan selesai kita menunggu instruksi selanjutnya dari pimpinan," katanya.

Hujan juga mengakibatkan 17 jembatan kayu yang menghubungkan beberapa kampung dan dan distrik terputus.

"Akibat banjir yang terlalu lama hampir sebulan, akhirnya tanaman masyarakat mati semua. Masyarakat mengira banjir ini hanya berlangsung cepat 2-3 hari, namun terlalu lama tergenang air sehingga tidak ada hipere (ubi) yang bisa diselamatkan," terangnya.

Advertisement

Baca juga:
Pemprov DKI Kebut Normalisasi Sungai dalam Dua Tahun
Hujan-hujanan, Gibran Cek Lokasi Banjir dan Jalan Macet di Kota Solo
2.000 Hektare Sawah di Karawang Terendam Banjir dan Alami Puso
Rapid Tes Antigen Pengungsi Banjir, Kasus Positif Covid-19 di Karawang Melonjak
Indonesia Rawan Banjir Imbas Jumlah Sungai Berstatus Kritis Meningkat Tiap Tahun
Penjelasan Pakar Soal Efektivitas Sumur Resapan di Kolong Tol Jakarta

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.