Banjir besar di Kutai Barat akibat buka lahan buat tambang batubara
Meski banjir berangsur surut, masih banyak wilayah terendam banjir mencapai 4 meter.
Banjir hampir sepekan merendam tujuh kecamatan di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Selain curah hujan tinggi setiap hari, ditengarai juga disebabkan pembukaan lahan besar-besaran di hulu sungai Kedang Pahu dan Sungai Mahakam yang meluap.
Tiga kawasan terparah terendam banjir, di Kecamatan Damai serta Kecamatan Nyuatan. Di kawasan itu, dilaporkan air mulai surut hingga 50 cm, namun ketinggian air rata-rata masih mencapai 4 meter.
"Ini menurut kami, banjir paling parah. Bagaimana tidak, di hulu sungai itu, sudah buka lahan besar-besaran. Banyak kebun sawit," kata salah seorang warga Kutai Barat, Frederik, saat berbincang bersama merdeka.com, Selasa (29/3).
Pembukaan lahan besar-besaran tidak hanya untuk sawit, melainkan juga untuk tambang batubara. Sehingga, menyebabkan air langsung terbuang ke sungai, sehingga meluap disaat guyuran hujan dalam beberapa pekan.
"Banjir ini memang seperti ritual tahunan. Tapi ini benar-benar paling parah. Tinggi air sampai hampir menghilangkan atap rumah," ujar Frederik.
"Benar, ini paling parah. Kampung saya hampir tenggelam semua, terutama di bantar sungai. Itu, memang di hulu sungai, hutan sudah habis, banyak kebun sawit," ungkap warga lainnya, Andri, yang tinggal di Muara Lawa, juga di Kutai Barat.
Sementara itu, Kepala BPBD Kalimantan Timur Wahyu Widhi Heranata menerangkan, banjir terpantau telah surut hingga 50 centimer di kecamatan Muara Lawa dan Kecamatan Damai. "Tim BPBD Kubar terus fokus soal distribusi logistik kepada warga korban banjir. Hari ini cuaca di Kutai Barat, cerah," kata Wahyu saat dikonfirmasi terpisah.
Data diperoleh dari BPBD Kutai Barat, Selasa (29/3), meski ketinggian air terpantau surut di kecamatan Muara Lawa, kecamatan Damai dan kecamatan Nyuatan, namun jelang sore hari, Kutai Barat kembali dibalut awan hujan. Ruas jalan trans Kalimantan Timur di kecamatan Muara Lawa, yang semula tidak bisa dilalui akibat banjir, kini sudah bisa dilalui oleh kendaraan berbadan besar.
Diketahui, banjir di Kutai Barat, merendam 7 kecamatan, sejumlah rumah terseret arus banjir. Akibatnya juga, areal sawah petani di ketujuh kecamatan itu, seluas tidak kurang 950 hektare, terpaksa gagal panen akibat terendam banjir. Pendataan jumlah rumah tidak bisa dilakukan dengan segera, mengingat jauhnya lokasi dan keterbatasan personel BPBD Kutai Barat. Namun di pastikan, permukiman di bantaran sungai Kedang Pahu dan sungai Mahakam yang meluap, menjadi kawasan paling parah.
Baca juga:
5 Kecamatan di Kutai Barat banjir hingga capai 5 meter
Banjir hingga 5 meter, warga Kutai Barat mengungsi ke kantor camat
Banjir bandang melanda dua desa di Poso, 1 orang tewas
Puluhan rumah terendam banjir di Bengkulu
Ratusan korban banjir di Padang butuh makanan dan pakaian
Banjir Padang, warga mandi pakai air galon hingga menumpang di SPBU