LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banjir Bandang Terjang Lebak, 1.226 Rumah Warga Hanyut dan 4.368 KK Mengungsi

Akibat banjir tersebut juga menyebabkan sejumlah daerah terisolir, salah satunya di Lebak Gedong dan gunung Julang.

2020-01-08 04:31:00
Banjir Bandang Lebak
Advertisement

Berdasarkan data sementara, 1.226 rumah hanyut dan 4.368 KK mengungsi akibat banjir bandang yang menerjang enam kecamatan di Lebak.

"Ada 1.310 ini yang rusak berat, kemudian yang hanyut ada sekitar 1226, kemudian 520 terendam, ini tersebar di 6 kecamatan ada 40 titik di 29 desa," ungkap Bupati Lebak Iti Oktavia, Selasa (7/1).

Akibat banjir tersebut juga menyebabkan sejumlah daerah terisolir, salah satunya di Lebak Gedong dan gunung Julang. Iti mengungkapkan sejumlah daerah yang terisolir tersebut sudah dapat dibuka dan didistribusikan logistik.

Advertisement

"Beberapa daerah terisolir yang sekarang sudah dibuka dan distribusi logistik dan juga beberapa sudah kita evakuasi termasuk tadi yang berada di Cikobang. Data sementara yang terisolir ada 560 KK kita belum menghitung yang di gunung julang. Tapi sudah bisa dilalui, melalui udara menggunakan heli dari TNI dan Polri untuk distribusi logistik," ujar Iti.

Untuk diketahui, berdasarkan data sementara total pengungsi akibat banjir bandang tersebut sebanyak 4.368 KK. Dan tersebar di sejumlah posko yang dibangun oleh pemerintah setempat dan juga TNI/Polri.

Advertisement

9 Orang Tewas

Sementara menurut Polda Banten, korban jiwa akibat tanah longsor dan banjir bandang yang menerjang Kabupaten Lebak, sebanyak 9 orang tewas dan dua orang hilang masih dalam pencaharian tim gabungan.

"Jumlah korban meninggal dunia dan sudah teridentifikasi tercatat masih 9 orang," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi.

Edy mengungkapkan untuk korban hilang bertambah satu, sebelumnya atas nama Rizki (7), kini bertambah satu yakni Muhadi (35), warga Desa Majasari, Kecamatan Sobang.

"Muhadi diduga telah tertimbun longsoran tebing dan kemungkinan terjatuh kemudian hilang terbawa arus Sungai Cisimeut. Dugaan ini diperkuat adanya saksi mata yang saat kejadian bersama korban. Informasi terhambat, karena aliran listrik wilayah Sobang sampai saat ini mati dan tidak adanya sinyal," ungkapnya.

Adapun 9 korban yang ditemukan dan sudah teridentifikas diantaranya Saprudin laki-laki berumur 50 tahun, Tini perempuan berumur 40 Tahun, Amsah perempuan berumur 40 tahun, Diva perempuan berumur 8 tahun.

Kemudian Encih perempuan berumur 30 tahun, Setiana alis Tiong Laki-laki berumur 12 tahun, Enon perempuan berumur 4 tahun, Fahmi Laki-laki berumur 3 tahun, dan Nana Suryana Laki-laki berumur 40 tahun.

30 Jembatan Putus

Bupati Lebak Iti Oktavia mengungkapkan, ada sekitar 30 unit jembatan-jembatan permanen dan semi permanen dan juga jembatan gantung yang putus tidak bisa digunakan.

"Artinya kita harus membangun dari baru, tetapi fokus saat ini sesuai dengan arahan pak presiden kita sudah menetapkan daerah bencana selama 14 hari ke depan, dan tentunya yang pertama keselamatan jiwanya dulu," ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut Ditpolairud Polda Banten menerjunkan Rubber Boat ke Desa yang terisolir akibat jembatan putus, untuk memudahkan evakuasi warga dan pemberian bantuan logistik kepada warga.

Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifuddin mengatakan bahwa upaya menerjunkan Rubber Boat untuk memudahkan menyentuh desa yang terisolir guna mengevakuasi warga dan pendistribusian bantuan logistik.

"Guna memaksimalkan upaya evakuasi korban dan untuk memudahkan pendistribusian logistik ke desa yang terisolir," ujar Nunung.

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.