LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banjir Bandang Luluh Lantak Kampung Adat Urug

Ketua Adat Kampung Urug, Abah Ukat Raja Aya menceritakan, banjir kala itu terjadi dua kali. Namun, banjir kedua lah yang sangat besar dan merusak pemukiman, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

2020-01-09 07:31:00
Banjir Bandang
Advertisement

Kampung Adat Urug di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, luluh lantak diterjang banjir bandang, Rabu (1/1). Batu gunung berukuran raksasa masuk ke rumah-rumah sehingga warga terpaksa pindah ke kerabat.

Ketua Adat Kampung Urug, Abah Ukat Raja Aya menceritakan, banjir kala itu terjadi dua kali. Namun, banjir kedua lah yang sangat besar dan merusak pemukiman, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

"Jadi malam tahun baru itu memang hujan deras dari jam 2 pagi dan makin deras jam 3 pagi. Dan hujan ini terus terjadi sampai sekitar jam 12 siang," kata Abah Ukat, Rabu (8/1).

Advertisement

Banjir pertama, kata Abah, terjadi saat air mulai meninggi sekitar pukul 06.00 WIB. Sempat surut dan warga mulai membersihkan lumpur. Namun, selang dua jam kemudian, air kembali meninggi dan terdengar gemuruh dari atas Gunung Manapa.

Sontak, Abah yang juga ikut membersihkan sekitar lokasi banjir, meminta warganya untuk menghindar dan mencari tempat tinggi. Benar saja, air bah bercampur tanah dan batuan dari atas gunung langsung merusak kampung yang masih menjaga tradisi leluhur menyimpan padi dalam lumbung itu.

"Untungnya memang tidak banyak yang ada di rumah saat itu. Karena kan lagi liburan sekolah dan tahun baru jadi banyak yang keluar rumah," kata Abah.

Advertisement

Abah sendiri tidak mengetahui pasti berapa banyak rumah yang rusak dan jumlah warga yang harus mengungsi atau pindah ke rumah saudaranya. Bahkan, pengungsian pun tidak ada.

Ada pendirian tenda darurat bagi warga dari relawan. Namun, hal itu menurut Abah sia-sia. Karena, lebih baik relawan membawa logistik seperti makanan dan pakaian, terutama seragam sekolah dan buku tulis.

"Daripada bikin tenda mendingan, kalau kata Abah mah mendingan buat logistik. Kita butuh seragam sekolah sama buku-buku tulis. Soalnya itu karena banyak warga yang sedang di luar rumah jadi barang-barang di rumah warga tidak sempat diselamatkan," jelasnya.

Selain itu, di kampung ini pasokan beras masih minim karena tidak ada yang mengantar. "Banyak yang ngambil bantuan tapi nggak pernah sampai. Saya nggak ngerti juga," katanya.

Dia juga meminta pihak terkait, lebih memperhatikan kampung ini. "Kalau dilihat dari helikopter kampung ini kelihatannya rusak ringan. Makanya datang ke sini. Lihat sendiri dan nilai sendiri," tukasnya.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.