LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banjir bandang itu menyapu nyawa yang ingin selamatkan galon air

Anita menjadi saksi tragis kematian dua orang warga.

2014-01-21 06:35:04
Banjir Manado
Advertisement

Banjir dahsyat yang menerjang Manado tidak hanya mengakibatkan kerugian materi, tetapi juga korban jiwa. Tercatat hingga hari ini sudah ada sekitar 19 orang dinyatakan tewas.

Ada kisah tragis soal banjir di Manado. Dikisahkan oleh Anita, warga yang sempat melalui Jembatan Pakoa, Dusun Pakoa, Manado. Saat itu, kebetulan Anita sedang ada keperluan di sana. Lalu tanpa sengaja ia menjadi saksi tragis kematian dua orang warga.

"Kejadiannya saat itu masih pukul 08.30 Wita. Padahal banjir sudah mulai dirasakan semenjak pukul 06.00," ungkapnya di Dusun Pakoa kepada merdeka.com, Selasa (21/1).

Saat itu, warga masih belum menyadari bahwa ini bukan banjir biasa, karena tampak mereka masih banyak yang menyelamatkan barang. Ada yang mengangkat kasur, sofa, tas, pakaian hingga dokumen. Kisah kematian dua orang warga Dusun Pakoa ini sangat tragis. Pasalnya nyawa mereka harus dipertaruhkan demi menyelamatkan galon minuman.

Topik pilihan: Banjir Jakarta | Banjir Pantura

Air genangan sudah sampai tiga meter saat itu, kata Anita, dua orang yang tidak dikenalnya ini awalnya masih bisa melalui gang sempit. Tapi mendadak terdengar suara yang tidak diharapkan.

"'Tolong-tolong' ada suara orang dari arah tempat dua orang yang ingin mengambil galon air tadi," kata Anita.

Ternyata saat itu banjir bandang menyapu kedua orang tersebut. Anita masih sempat melihat mereka berdua memeluk galon air. Tapi kerasnya arus Sungai Kanaan tak dapat dibendung. Tak berapa lama tangan yang memegang galon air itu hilang bersama arus.

"Warga lantas teriak dengan kencang, 'Hanyut... Hanyut'," Anita mencoba menggambarkan.

Akhirnya kedua orang pria tersebut tewas. "Kabarnya jenazah kedua orang tersebut telah ditemukan di kawasan hilir Sungai Kanaan, kompleks Pasar Karombasan. Ke arah pantai boulevard," ungkap Anita.

Semenjak itu dia enggan keluar rumah saat hujan datang. Inilah salah satu kisah tragis dalam banjir bandang Manado. Harapannya warga lebih berhati-hati.

Baca juga:
5 Teknologi untuk menanggulangi banjir
Tragis, rumah korban banjir di Manado nyaris ludes dilalap api
Dampak akibat banjir bandang menerjang Manado
Pakai sepatu boot, JK tinjau korban banjir bandang di Manado
Sampah banjir sebabkan Manado macet parah

Advertisement
(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.