LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banjar Landa Kuansing, 2.177 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Menurut Emerson, sebagian besar lahan pertanian tersebut telah siap panen akhir tahun ini. Namun, sejak awal November 2018 lalu diterjang banjir hingga sulit diatasi.

2018-11-14 10:25:30
Banjir
Advertisement

Dinas Pertanian Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mencatat sekitar 2.177 hektare tanaman padi di sana gagal panen. Hal ini akibat banjir yang melanda wilayah tersebut hampir sebulan.

"Khusus lahan persawahan padi, total 2.177,92 hektare mengalami kondisi puso atau gagal panen tahun ini akibat banjir," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuantan Singingi Emmerson kepada merdeka.com, Rabu (14/11).

Posisi lahan persawahan milik masyarakat tersebut ada di tujuh kecamatan di Kabupaten Kuansing, yang hingga kini dipastikan rusak parah. Air masih merendam padi dan membuat warga merugi.

Advertisement

Menurut Emerson, sebagian besar lahan pertanian tersebut telah siap panen akhir tahun ini. Namun, sejak awal November 2018 lalu diterjang banjir hingga sulit diatasi.

"Banjir juga merendam 3.646 hektare lahan perkebunan seperti sawit dan karet, serta tanaman palawija," ucapnya.

Sejak tahun 2015, banjir di Kuantan Singingi ini tergolong paling parah dialami masyarakat. Ribuan rumah warga juga terendam banjir.

Advertisement

Untuk membantu para petani, Dinas Pertanian Kuansing tengah berupaya menyalurkan benih padi.

"Kami juga tengah menyurati Bupati Kuansing dan Pemerintah Provinsi Riau untuk membantu pengadaan benih padi kepada para petani yang gagal panen tahun ini," jelasnya.

Petani padi membutuhkan 49 ton lebih benih untuk menggarap kembali sawah mereka yang terendam.

"Kami masih mendata siapa-siapa saja para petani yang sawahnya terendam banjir," ujarnya.

Sektor pertanian terutama komoditas padi merupakan sumber utama pendapatan masyarakat Kuansing. Tercatat lebih dari 10.000 hektare sawah terhampar di wilayah tersebut. Namun, bencana banjir menjadi masalah utama yang hingga kini menghantui masyarakat setempat.

Pada November 2018 ini, banjir cukup besar melanda Kabupaten Kuansing dan Indragiri Hulu. Ribuan rumah warga di belasan kecamatan terendam dan memaksa sebagian dari mereka mengungsi.

Bahkan kedua daerah itu pada 9 November lalu juga ditetapkan status siaga banjir menyusul meluasnya bencana akibat meningkatnya curah hujan dan kiriman air dari Sumatera Barat tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat, banjir turut berdampak pada 275 hektare lahan pertanian dan perkebunan di Kabupaten Indragiri Hulu.

Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger menjelaskan sedikitnya 175 hektare perkebunan sawit di wilayah itu terendam banjir. "Selanjutnya 65 hektare sawah padi dan 35 hektare kebun palawija juga terendam banjir," kata Edwar.

Baca juga:
Siagakan Petugas, Pemprov DKI Antisipasi Penumpukan Sampah di Pintu Air Manggarai
Curah Hujan Tinggi, 5 Desa di Cilacap Diterjang Banjir
154 Ton Sampah 'Nyangkut' di Pintu Air Manggarai, Ada Kulkas dan Kasur
Hujan Deras, Jalanan Tangerang arah BSD Terendam Banjir 50 Cm
Pompa Waduk Pluit Siap Antisipasi Banjir

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.