LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bangkit dari Kebakaran, Sejarah Sukses Bos Djarum Michael Bambang Hartono

Jelajahi perjalanan Grup Djarum Michael Bambang Hartono dari industri rokok hingga konglomerat besar di Indonesia.

Kamis, 19 Mar 2026 16:42:00
michael bambang hartono meninggal
Atlet bridge Indonesia, Bambang Hartono, memberikan keterangan pers di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/8/2018). Orang terkaya Indonesia itu optimis mampu sumbang medali emas Asian Games. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna) (@ 2023 merdeka.com)
Advertisement

Grup Djarum, yang didirikan pada tahun 1951, merupakan salah satu konglomerat terbesar di Indonesia. Berawal dari industri rokok kretek, kini Grup Djarum telah merambah berbagai sektor bisnis. Michael Bambang Hartono, sebagai salah satu pendiri, berperan penting dalam perkembangan perusahaan ini.

Sejarah Grup Djarum dimulai ketika Oei Wie Gwan membeli perusahaan rokok NV Murup di Kudus. Dengan kualitas rokok kretek yang tinggi, Djarum mulai dikenal luas. Namun, perjalanan tidak selalu mulus, terutama setelah kebakaran besar pada tahun 1963 yang menghancurkan pabrik dan menewaskan Oei Wie Gwan.

Setelah kepemimpinan berpindah ke Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, Grup Djarum mengalami kebangkitan yang pesat. Mereka memperkenalkan teknologi modern dan mulai mengekspor produk ke berbagai negara, menjadikan Djarum sebagai merek global.

Sejarah Awal dan Pendirian Grup Djarum

Grup Djarum didirikan pada tahun 1951 oleh Oei Wie Gwan di Kudus, Jawa Tengah. Pada awalnya, perusahaan ini merupakan pabrik rokok kecil yang memproduksi rokok kretek secara manual. Kualitas dan cita rasa rokok Djarum yang konsisten membuatnya semakin diminati oleh masyarakat.

Advertisement

Pada tahun 1963, pabrik Djarum mengalami kebakaran besar yang hampir menghancurkan perusahaan. Tidak lama setelah itu, Oei Wie Gwan meninggal dunia, dan bisnis Djarum dilanjutkan oleh kedua putranya, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.

Perkembangan di Bawah Generasi Kedua

Di bawah kepemimpinan Michael dan Robert, Djarum mulai bangkit dan berinovasi. Pada tahun 1967, mereka memperkenalkan rokok kretek lintingan mesin untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat. Djarum juga mulai mengekspor produk ke negara-negara seperti Korea, Jepang, dan Amerika Serikat.

Advertisement

Pada tahun 1970-an, Djarum mendirikan Pusat Penelitian dan Pengembangan untuk meningkatkan kualitas produk. Merek-merek seperti Djarum Super dan Djarum Black menjadi populer baik di pasar domestik maupun internasional.

Diversifikasi Bisnis Menjadi Konglomerat

Grup Djarum tidak hanya fokus pada industri rokok, tetapi juga melakukan diversifikasi bisnis ke berbagai sektor. Di sektor elektronik, mereka mendirikan Polytron pada tahun 1975, yang kini memproduksi berbagai peralatan elektronik konsumen.

Di sektor perbankan, Grup Djarum menjadi pemegang saham mayoritas di Bank Central Asia (BCA) setelah akuisisi pada tahun 2002. Selain itu, mereka juga aktif berinvestasi di sektor teknologi dengan platform e-commerce Blibli dan berbagai startup digital.

Grup Djarum juga terlibat dalam pengembangan properti, olahraga, dan agribisnis. Mereka memiliki PB Djarum yang berkontribusi signifikan dalam dunia bulutangkis Indonesia dan mengakuisisi klub sepak bola Italia, Como 1907.

Kekayaan dan Pengakuan

Keluarga Hartono, termasuk Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, secara konsisten masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Kekayaan mereka sebagian besar berasal dari bisnis perbankan dan diversifikasi usaha Grup Djarum.

Advertisement

Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada 19 Maret 2026, meninggalkan warisan besar dalam dunia bisnis Indonesia. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia usaha, namun jejak yang ditinggalkannya akan terus dikenang.

Berita Terbaru
  • Wamendagri Bima Lantik Pengurus ALTI Jawa Tengah, Dorong Trail Run Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
  • FOTO: Robot Mirip Manusia Laris Meski Dibanderol Hingga Rp 2 Miliar
  • KPK OTT di Kuansing, 10 Orang Dibawa ke Jakarta
  • Terungkap, OTT KPK di Kuansing Diduga Terkait Jual Beli Jabatan
  • Membongkar Strategi Bank Jakarta Jaga Pertumbuhan di Tengah Kondisi Pasar Terus Berubah
  • berita update
  • djarum
  • michael bambang hartono meninggal
Artikel ini ditulis oleh
Editor Endang Saputra
E
Reporter Endang Saputra
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.