'Bandara Halim itu alutsista, jangan diganggu penerbangan komersil'
"Buat apa kalau punya pesawat tapi nggak punya landasannya," ujar Salim.
Pakar Politik dan Pertahanan, Salim Said menyayangkan banyaknya maskapai komersil yang kini beroperasi di Bandara Halim Perdanakusuma. Sebab, basis militer TNI Angkatan Udara itu merupakan bagian dari alutsista, yang mendukung TNI AU dalam menjalankan tugas kemiliterannya.
"Halim itu termasuk alutsista. Karena buat apa kalau punya pesawat tapi nggak punya landasannya," ujar Salim dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6).
"Makanya saya sarankan kepada pemerintah, agar segera menyelesaikan kebutuhan kawasan untuk pengembangan kawasan bandara di Cengkareng itu," katanya menambahkan.
Menanggapi statement dari mantan Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal (Purn) Chappy Hakim, yang menyebut TNI AU dibubarkan saja jika tak diperlukan lagi keberadaanya, Salim menyebut bahwa hal demikian merupakan bentuk kepedulian seorang Purnawirawan TNI AU, atas nasib militer dari korps-nya tersebut.
Namun Salim mengingatkan, bisa saja apa yang dikatakan mantan Kasau itu, merupakan jeritan hati TNI AU atas nama korps, yang merasa dilecehkan keberadaanya, terutama pada kasus komersialisasi Bandara Halim, sekaligus tergusur komando khusus TNI AU dari markas di Cengkareng.
"Ya itu pendapat mantan Kasau. Maka kita lihat nanti Kasau-nya, apakah dia akan berargumen demikian juga. Karena sebagai Purnawirawan TNI, Pak Chappy kan boleh saja berargumen demikian," ujar Salim.
"Tapi harus dilihat juga, karena pernyataan Pak Chappy Hakim itu bisa saja merupakan representasi dari TNI Angkatan Udara, yang tercermin dari perkataan Marsekal Purnawirawan Chappy Hakim, sahabat saya itu," pungkasnya.(mdk/rnd)