LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bandar narkoba yang tabrak polisi tewas ditembak

Anggota BNN Provinsi Jawa Timur melakukan penyergapan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan mengamankan barang bukti 7 kilogram sabu. Namun, saat disergap untuk ditangkap, empat orang yang melakukan transaksi narkoba sabu berusaha melarikan diri. Petugas pun memberikan tembakan berulangkali.

2018-01-06 12:44:41
Kasus Narkoba
Advertisement

Dua bandar sekaligus kurir narkoba Hamid dan Ibrohim yang ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur, Jumat (5/1) malam di Jalan Pacar Kembang V, Surabaya diambil tindakan tegas.

Tindakan tegas dengan memberikan tembakan terhadap keduanya, karena saat ditangkap justru melarikan diri dengan mobil Honda CRV hitam bernopol M 806 HA, yang dibawanya. Waktu melarikan diri itu, mereka menabrak seorang petugas BNN yang sekarang mengalami patah tulang.

Sejumlah petugas BNN lainnya, langsung memberondong tembakan ke arah mobil yang dikendarai keduanya. Mobil banyak yang lubang penuh bekas tembakan. Bahkan dari berondongan tembakan itu ada yang mengarah tubuh bandar dan kurir. Setelah itu mereka baru berhenti. Begitu dikeluarkan dari mobil, keduanya masih menjadi amukan massa, warga sekitar Jalan Pacar Kembang Gang V Surabaya.

Advertisement

Karena mengetahui, kalau keduanya ternyata membawa narkoba. Petugas BNN membawa keduanya ke rumah sakit terdekat. Tapi di tengah perjalanan masih melakukan perlawanan, untuk melarikan diri.

Penangkapan yang dipimpin Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra, langsung mengintruksikan memberikan tembakan hingga mematikan terhadap keduanya.

"Karena masih menyerang, melawan anggota kami yang membawa keduanya ke rumah sakit. Ternyata kedua yang ditangkap di pacar kembang itu untuk melarikan diri. Anggota BNN lainnya langsung memberikan tindakan tegas (tembak mati) tidak terarah, karena ada nyawa anggota yang terancam," kata AKBP Wisnu Chandra, Sabtu (6/1).

Advertisement

"Bahkan sebelumnya, saat ditangkap, keduanya juga sempat menabrak anggota kami. Sekarang anggota yang ditabrak masih dirawat," ujar Wisnu.

Usai mendapatkan tindakan tegas itu, keduanya langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Sebelumnya, anggota BNN Provinsi Jawa Timur melakukan penyergapan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan mengamankan barang bukti 7 kilogram sabu. Namun, saat disergap untuk ditangkap, empat orang yang melakukan transaksi narkoba sabu berusaha melarikan diri. Petugas pun memberikan tembakan berulangkali.

Dua orang berhasil ditangkap di lokasi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dua lagi berhasil ditangkap setelah dikejar sejak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya hingga di Jalan Pacar Kembang Gang V Surabaya.

Selama pengejaran, petugas mengeluarkan tembakan berulangkali pada dua bandar juga kurir yang membawa mobil. Karena menabrak salah seorang petugas BNN. Jadinya, mobil yang dibawa oleh Hamid dan Ibrohim yang ditembak mati oleh BNN, penuh dengan lubang peluru.

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.