LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bandar keroyok teman sendiri karena tak bayar hasil jualan narkoba

Narkoba yang dibawa Nova sudah ludes terjual, tapi uang Rp 1,4 juta tidak diberikan ke Wanto. Terjadi perkelahian antara Wanto dengan Nova. Saat itu datang Rahman dan Habib (DPO) yang ikut mengeroyok. Nova terjun ke sungai karena diteriaki maling. Tiga hari kemudian, Nova ditemukan tewas.

2017-01-26 04:36:00
Kasus Narkoba
Advertisement

Seorang bandar narkoba nekat membunuh temannya sendiri gara-gara tidak menyetorkan hasil penjualan narkoba. Tersangka bernama Rahman Oktavian (32), warga Waru Gunung, Karangpilang, Surabaya, berhasil ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, pembunuhan dilakukan tersangka Rahman terhadap korban bernama Nova Ardiansyah, warga Kebonsari, Kecamatan Jambangan terjadi pada Sabtu (14/1).

Peristiwa ini berawal dari Nova dipanggil Wanto (DPO) datang ke rumahnya di kawasan Waru Gunung, Surabaya. Narkoba yang dibawa Nova itu sudah ludes terjual, tapi uang Rp 1,4 juta tidak diberikan ke Wanto. Akibatnya terjadi perkelahian, antara Wanto dengan Nova. Saat itu juga datang tersangka Rahman dan Habib (DPO). "Mereka berdua (Rahman dan Habib) baru datang langsung memukul korban," kata AKBP Shinto Silitonga, Rabu (25/1).

Advertisement

Saat terjadi perkelahian, ternyata banyak warga yang melihat dan berusaha melerai. Namun, ketiga tersangka masih mengejar korban hingga di dekat perahu rakit.

"Saat di perahu rakit, ketiga tersangka teriak korban itu maling. Jadi korban ketakutan, sampai melompat ke sungai brantas, hingga tenggelam, karena tidak ada menolong," terang Shinto.

Tiga hari kemudian, Selasa (17/1), polisi mendapatkan laporan penemuan mayat. Polisi melakukan penyelidikan, ternyata mayat itu adalah Nova Ardiansyah, korban pengeroyokan, dilakukan tersangka Rahman bersama dua temannya Wanto dan Habib (DPO) terkait peredaran jual beli narkoba.

Advertisement

"Tersangka dan dua temannya yang DPO juga korban ini merupakan bandar narkoba sekitar daerah Waru Gunung. Ini masih dikembangkan kembali sama anggota narkoba," ujar Shinto.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.