LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bamsoet minta Perry Warjiyo gerak cepat angkat Rupiah

Bamsoet juga meminta BI bersiap diri menghadapi Idul Fitri yang sudah makin dekat. Sebab, setiap jelang Idul Fitri selalu terjadi lonjakan permintaan masyarakat akan uang, termasuk penukaran uang baru.

2018-05-24 18:34:00
Ketua DPR Bambang Soesatyo
Advertisement

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengaku punya harapan besar terhadap Perry Warjiyo yang baru saja dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Dia meyakini Perry yang punya pengalaman panjang di bidang moneter bisa mengembalikan keterpurukan kurs rupiah terhadap dolar AS (USD).

Bamsoet menyatakan, kurs USD sudah di atas Rp 14.000. Karena itu Perry harus segera melakukan akselerasi untuk menjaga stabilitas kurs Rupiah.

"Dolar terus meroket di angka Rp 14.000. BI di bawah kepemimpinan Perry harus segera mengambil langkah kongkret dan terukur agar rupiah tidak kian terpuruk terhadap dolar," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (24/5).

Advertisement

Lebih lanjut Bamsoet mengatakan, Perry bukanlah orang baru di BI. Peraih gelar gelar Ph.D bidang moneter dari Iowa State University itu juga pernah melalui krisis keuangan 1997, 1998, 2005 dan berbagai tahun gejolak ekonomi dunia lainnya.

Karena itu pula Bamsoet mengaku optimistis pada kemampuan Perry sebagai pengganti Agus Martowardojo di kursi Gubernur BI. "Saya yakin Gubernur BI yang baru sudah sangat paham bagaimana mengatasi hal tersebut," tegasnya.

Bamsoet juga meminta BI menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak perekonomian global. Meski sudah ada tanda-tanda positif dengan meningkatnya volume perdagangan dunia dan harga komoditas, Bamsoet meyakini berbagai kemungkinan masih bisa terjadi.

Advertisement

Legislator Golkar itu lantas mengutip prediksi Bank Dunia tentang pertumbuhan ekonomi global 2018 di 3,1 persen yang akan turun menjadi 3 persen pada tahun depan dan anjlok ke angka 2,9 persen pada 2020. Karena itu Bamsoet mengingatkan BI di bawah komando Perry harus bisa mengantisipasi pelemahan itu agar Indonesia tak terlalu kena dampaknya.

"Pemerintah sudah mematok pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,4 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi global. Untuk mensukseskannya, perlu berbagai langkah yang cermat," papar Bamsoet.

Selain itu, Bamsoet juga meminta BI bersiap diri menghadapi Idul Fitri yang sudah makin dekat. Sebab, setiap jelang Idul Fitri selalu terjadi lonjakan permintaan masyarakat akan uang, termasuk penukaran uang baru.

"Kebutuhan uang tunai menjelang Idul Fitri akan tinggi sekali. Peningkatan distribusi dan persediaan uang tunai di Bank Indonesia harus diperkuat dari sekarang. Perlu juga kerja sama dengan perbankan dan pihak lainnya. Jika masyarakat bisa mendapatkan kemudahan dalam memenuhi dana tunainya, saya yakin mereka akan senang. Jangan sampai ada kendala teknis yang berakibat masyarakat tidak terlayani dengan baik," pungkas Bamsoet.

Baca juga:
Benarkah Rupiah tembus Rp 14.000 jadi sinyal krisis ekonomi?
Luhut soal Rupiah melemah: Tak ada indikasi krisis di Indonesia
Menko Darmin tegaskan pelemahan Rupiah bukan indikasi krisis ekonomi
Rupiah bergerak menguat di level Rp 14.165 per USD
Menko Luhut soal Rupiah sempat tembus Rp 14.000: Ekonomi kita masih baik

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.