LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bamsoet minta korupsi di Bakamla libatkan Fayakhun tak dikaitkan Golkar

Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo meminta disebutnya nama Fayakhun Andriadi dalam kasus korupsi Badan Keamanan Laut (Bakamla) tidak dikaitkan dengan partai.

2018-01-25 14:28:00
Suap Bakamla
Advertisement

Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo meminta disebutnya nama Fayakhun Andriadi dalam kasus korupsi Badan Keamanan Laut (Bakamla) tidak dikaitkan dengan partai. Dia mempertanyakan bukti permintaan uang Fayakhun yang diduga untuk kepentingan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar.

"Jangan dikaitkan dengan Golkar dong. Kasihan Golkar. Buktinya mana? Kan cuma keterangan. Mana tahu dia cuma ngaku-ngaku Golkar," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/1).

Bamsoet meminta tudingan tersebut ditanyakan langsung kepada pihak yang menyebut nama Fayakhun dan Golkar dalam persidangan kasus korupsi Bakamla.

Advertisement

Apalagi, kata Bamsoet, Golkar merupakan sebuah lembaga sehingga pengakuan seseorang yang membawa nama partai tak bisa diartikan mewakili partai politik.

"Golkar kan lembaga, bagaiamana nerima duitnya. Tanyakan orangnya, bisa saja dia menjual nama Partai Golkar untuk mengambil keuntungan dari situ. Harus bisa membuktikan bahwa Golkar menerima sumbangan itu dan meminta pada yang bersangkutan," ujarnya.

Dalam sidang kasus suap proyek pengadaan alat satelit monitoring Bakamla dengan terdakwa mantan Kabiro Perencanaan di Bakamla Nofel Hasan, Rabu (24/1) kemarin terungkap fakta adanya aliran dana untuk kepentingan Musyawarah Nasional Partai Golkar tahun 2016.

Advertisement

Fakta terungkap saat jaksa penuntut umum pada KPK menampilkan transkrip percakapan Erwin Arief, Managing Director Rohde di Indonesia, dengan anak buah Fahmi Darmawansyah, Direktur PT Melati Technofo Indonesia dan PT Merial Esa sekaligus penyuap terhadap pejabat di Bakamla-RI, Muhammad Adami Okta.

Dalam percakapan pada tanggal 14 Mei 2016 itu, Erwin mengatakan kepada Adami bahwa Fayakhun meminta jatah yang diperuntukan kepadanya dipercepat, untuk kepentingan Munaslub Golkar. Bahkan, Erwin melampirkan percakapan dirinya dengan Fayakhun.

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.